Updates from Januari, 2016 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Romi Mardela 5:32 pm on January 19, 2016 Permalink | Balas  

    Coba-coba menulis lagi disini, semoga saja ada yang terpancing lagi 😀

     
  • adriyant 11:48 am on June 22, 2013 Permalink | Balas
    Tags: , naik, pembohong   

    BBM DISUBSIDI ADALAH OMONG KOSONG 

    Percakapan antara Djadjang dan Mamad

    Oleh Kwik Kian Gie

    Pemerintah berencana tidak membolehkan kendaraan berpelat hitam membeli bensin premium, karena harga Rp. 4.500 per liter jauh di bawah harga pokok pengadaannya. Maka pemerintah rugi besar yang memberatkan APBN.

    Apakah benar begitu ? Kita ikuti percakapan antara Djadjang dan Mamad. Djadjang (Dj) seorang anak jalanan yang logikanya kuat dan banyak baca. Mamad (M) seorang Doktor yang pandai menghafal. Dj : Mad, apa benar sih pemerintah mengeluarkan uang tunai yang lebih besar dari harga jualnya untuk setiap liter bensin premium ? M : Benar, Presiden SBY pernah mengatakan bahwa semakin tinggi harga minyak mentah di pasar internasional, semakin besar uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengadakan bensin. Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip SBY yang berbunyi : “Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun. Kalau USD 160, gila lagi. Kita akan keluarkan (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM.” Dj : Jadi apa benar bahwa untuk mengadakan 1 liter bensin premium pemerintah mengeluarkan uang lebih dari Rp. 4.500 ? Kamu kan doktor Mad, tolong jelaskan perhitungannya bagaimana ? M : Gampang sekali, dengarkan baik-baik. Untuk mempermudah perhitungan buat kamu yang bukan orang sekolahan, kita anggap saja 1 USD = Rp. 10.000 dan harga minyak mentah USD 80 per barrel. Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin = USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter. Jadi agar minyak mentah dari perut bumi bisa dijual sebagai bensin premium per liternya dikeluarkan uang sebesar (USD 10 : 159) x Rp. 10.000 = Rp. 628,93 – kita bulatkan menjadi Rp. 630 per liter. Harga minyak mentah USD 80 per barrel. Kalau dijadikan satu liter dalam rupiah, hitungannya adalah : (80 x 10.000) : 159 = Rp. 5.031,45. Kita bulatkan menjadi Rp. 5.000. Maka jumlah seluruhnya kan Rp. 5.000 ditambah Rp. 630 = Rp. 5.630 ? Dijual Rp. 4.500. Jadi rugi sebesar Rp. 1.130 per liter (Rp. 5.630 – Rp. 4.500). Kerugian ini yang harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, dan dinamakan subsidi. Dj : Hitung-hitunganmu aku ngerti, karena pernah diajari ketika di SD dan diulang-ulang terus di SMP dan SMA. Tapi yang aku tak paham mengapa kau menghargai minyak mentah yang milik kita sendiri dengan harga minyak yang ditentukan oleh orang lain ? M : Lalu, harus dihargai dengan harga berapa ? Dj : Sekarang ini, minyak mentahnya kan sudah dihargai dengan harga jual dikurangi dengan harga pokok tunai ? Hitungannya Rp. 4.500 – Rp. 630 = Rp. 3.870 per liter ? Kenapa pemerintah dan kamu tidak terima ? Kenapa harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga yang Rp. 5.000 ? M : Kan tadi sudah dijelaskan bahwa harga minyak mentah di pasar dunia USD 80 per barrel. Kalau dijadikan rupiah dengan kurs 1 USD = Rp. 10.000 jatuhnya kan Rp. 5.000 (setelah dibulatkan ke bawah). Dj : Kenapa kok harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga di pasar dunia ? M : Karena undang-undangnya mengatakan demikian. Baca UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2. Bunyinya : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar.” Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX ? Jadi harga yang ditentukan di sanalah yang harus dipakai untuk harga minyak mentah dalam menghitung harga pokok. Dj : Paham Mad. Tapi itu akal-akalannya korporat asing yang ikut membuat Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut. Mengapa bangsa Idonesia yang mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang ditentukan oleh NYMEX ? Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya bertentangan dengan konstitusi kita. Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.” M : Kan sudah disikapi dengan sebuah Peraturan Pemerintah (PP) ? Dj : Memang, tapi PP-nya yang nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1) masih berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, keuali Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN”. Maka sampai sekarang istilah “subsidi” masih dipakai terus, karena yang diacu adalah harga yang ditentukan oleh NYMEX. M : Jadi kalau begitu kebijakan yang dinamakan “menghapus subsidi” itu bertentangan dengan UUD kita ? Dj : Betul. Apalagi masih saja dikatakan bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang dikeluarkan. Ini bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi menyesatkan. Uang tunai yang dikeluarkan untuk minyak mentah tidak ada, karena milik bangsa Indonesia yang terdapat di bawah perut bumi wilayah Republik Indonesia. Menurut saya jiwa UU no. 22/2001 memaksa bangsa Indonesia terbiasa membayar bensin dengan harga internasional. Kalau sudah begitu, perusahaan asing bisa buka pompa bensin dan dapat untung dari konsumen bensin Indonesia. Maka kita sudah mulai melihat Shell, Petronas, Chevron. M : Kembali pada harga, kalau tidak ditentukan oleh NYMEX apakah mesti gratis, sehingga yang harus diganti oleh konsumen hanya biaya-biaya tunainya saja yang Rp. 630 per liternya ? Dj : Tidak. Tidak pernah pemerintah memberlakukan itu dan penyusun pasal 33 UUD kita juga tidak pernah berpikir begitu. Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pemerintah menentukan harga atas dasar kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategisnya. Sikap dan kebijakan seperti ini yang dianggap sebagai perwujudan dari pasal 33 UUD 1945 yang antara lain berbunyi : ”Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” Dengan harga Rp. 2.700 untuk premium, harga minyak mentahnya kan tidak dihargai nol, tetapi Rp. 2.070 per liter (Rp. 2.700 – Rp. 630). Tapi pemerintah tidak terima. Harus disamakan dengan harga NYMEX yang ketika itu USD 60, atau sama dengan Rp. 600.000 per barrel-nya atau Rp. 3.774 (Rp. 600.000 : 159) per liternya. Maka ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 menjadi Rp. 4.404 yang lantas dibulatkan menjadi Rp. 4.500. Karena sekarang harga sudah naik lagi menjadi USD 80 per barrel pemerintah tidak terima lagi, karena maunya yang menentukan harga adalah NYMEX, bukan bangsa sendiri. Dalam benaknya, pemerintah maunya dinaikkan sampai ekivalen dengan harga minyak mentah USD 80 per barrel, sehingga harga bensin premium menjadi sekitar Rp. 5.660, yaitu: Harga minyak mentah : USD 80 x 10.000 = Rp. 800.000 per barrel. Per liternya Rp. 800.000 : 159 = Rp. 5.031, ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 = Rp. 5.660 Karena tidak berani, konsumen dipaksa membeli Pertamax yang komponen harga minyak mentahnya sudah sama dengan NYMEX. M : Kalau begitu pemerintah kan kelebihan uang tunai banyak sekali, dikurangi dengan yang harus dipakai untuk mengimpor, karena konsumsi sudah lebih besar dibandingkan dengan produksi. Dj : Memang, tapi rasanya toh masih kelebihan uang tunai yang tidak jelas ke mana perginya. Kaulah Mad yang harus meneliti supaya diangkat menjadi Profesor.

    sumber : http://infoindonesia.wordpress.com/2012/03/29/kwik-kian-gie-subsidi-bbm-itu-bohong

     
  • Romi Mardela 11:21 am on June 22, 2013 Permalink | Balas  

    Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta kepada 11.750 desa/kelurahan untuk mempercepat pembangunan permukiman.
    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menjelaskan dana tersebut diberikan juga dalam kaitannya dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.
    “Kami juga mendorong agar air bersih, sanitasi, dan irigasi bisa dibangun dengan lebih baik. Untuk pembangunan yang terkait dengan pengairan ini, pemerintah akan memberikan bantuan kepada 4.000 desa/kelurahan,” jelasnya Jumat (21/6/2013).
    Menurut Armida, bantuan yang disalurkan kepada desa/kelurahan ini masih dalam satu rangkaian dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). (Sumber : KOMPAS)
    Dengan biaya segitu seimbangkah dengan kenaikan BBM?? Sebaiknya Pemerintah Melihat Kembali seperti apa nantinya.

     
  • Romi Mardela 4:47 pm on April 25, 2012 Permalink | Balas
    Tags: sekolah monyet, wirausaha muda, zainal abidin   

    Wirausaha Muda, sekarang saatnya!!! 

    Menjadi anak muda harus kreatif, tidak boleh merasa cepat nyaman. Karena sekarang adalah masa-masa untuk kita, generasi muda, selalu berbuat. Jadi teman, untuk posting perdana di tahun 2012 ini saya mempersembahkan artikel menarik tentang bagaimana menjadi pengusaha muda.

    Melalui postingan ini, saya akan berusaha untuk selalu mengarahkan blog ini sebagai ruang sekedar motivasi, atau penyamangat diri, serta hingga ke masalah teknis bagaimana untuk menjadi pengusaha. (More …)

     
  • meiriza paramita 10:06 pm on March 21, 2011 Permalink | Balas
    Tags: Lirik Maher Zain, Maher Zain, Makna lirik   

    Assalamualaikum Sobat… 

    Assalamualaikum, Sobat. Long time no see… Huff… sebagai penghuni AMI yang suka iltim (ilang-ilang timbua), aku jadi kaga enak. Setelah berjungkir balik melihat dan merolling mancit (mouse) ke bawah, aku tersadar, bahwa, tak ada salahnya meramaikan blog orang-orang muda ini. (More …)

     
  • Romi Mardela 9:43 pm on March 18, 2011 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Memulai menulis dalam Bahasa Inggris (Part I) 

    Kenapa saya begitu percaya diri untuk memulai menulis dalam Bahasa Inggris? Ada beberapa penyebabnya. Pertama, sekarang saya masih kuliah dan tentunya membutuhkan banyak referensi. Sayangnya, referensi itu lebih banyak berasal dari luar negeri yang nota bene berbahasa Inggris. Mau tak mau, saya harus mempelajarinya. Apalagi referensi ini juga sebagai bahan tugas, yang hampir tiap kali pertemuan dan tiap mata kuliah selalu ada tugas.

    Kedua, suatu waktu saya mendapat telpon dari bule. Ia berbahasa Inggris. Sedikit cerita, bule ini menelpon akibat keisengan saya sendiri. Maklumlah, kalau kita lagi di depan komputer yang tersambung internet, apa sih yang tidak kita lakukan? Namun ini tentu saja bukan ditelpon oleh orang yang menawarkan situs porno terrbaru dan syukur juga bukan peringatan karena mencoba meretas situs Departemen Pertahanan AS. Melainkan, orang tersebut, namanya Srinivas ia dari PressMart.com sebuah perusahaan yang bergerak di bidang semacam penerbitan di dunia maya. (More …)

     
  • Romi Mardela 2:20 pm on March 13, 2011 Permalink | Balas
    Tags: mitigasi bencana   

    Bantuan tsunami Jepang 

    Saya mendapat pemberitahuan di halaman LinkedIn untuk memberikan bantuan kepada Jepang melalui Amerika Redcross (atau PMI-nya Amerika). Mungkin aneh, jika negara sebesar Jepang masih butuh bantuan, ya tapi itulah dunia. Kita harus saling berbagi dan tolong menolong terutama dalam kesusahan.

    Pemberitahuan dari LinkedIn tersebut, memberikan link ke situs American Redcross. Di sana kita akan diminta untuk memberikan bantuan dana sesuai dengan kemampuan kita, minimal 10 US dollar.

    Saya jadi ingat ketika bencana melanda Kota Padang, Oktober 2009 dulu. Banyak sekali lembaga asing yang datang untuk membantu. Tentunya ini tanpa ada permintaan khusus dari negara ataupun pemerintah Indonesia. Semua dilakukan atas nama solidaritas kemanusiaan. Semuanya merasa kesedihan, kesengsaraan yang dirasakan warga Kota Padang khususnya, dan Sumbar secara umum.

    Tapi, lembaga kemanusiaan tersebut juga bergerak, menolong, secara sukarela. Sehingga terkadang mereka pun harus bertarung dengan diri sendiri, untuk bisa bertahan ketika memberikan bantuan.

    Saya ingat, ketika itu ada beberapa lembaga bantuan asing yang mulai kehabisan logistik dan stok dana pun mulai menipis. Mereka mulai kelabakan, dan berupaya mencari bantuan, dan mereka juga meminta bantuan dari pemerintah daerah setempat.

    Ketika itu saya sadar, bahwa mereka juga harus hidup, dan harus bisa mempertahankan diri mereka sendiri. Meski sepertinya, mereka menyusahkan, tapi menurut saya ini adalah sesuatu yang wajar. Apalagi mungkin saja, negara asal mereka juga menyumbangkan dana untuk Sumbar.

    Oleh karena itulah, setiap daerah di Indonesia terutama yang rawan terkena bencana gempa bumi apalagi bencana tsunami meski memiliki manajemen kebencanaan yang handal dan kuat. Sehingga jika terjadi bencana, semuanya bisa terkoordinir dengan baik.

    Jepang negara yang sudah maju, dan bisa dikatakan sudah siap menghadapi bencana seperti itu, mereka tetap harus selalu wasapada. Saya lihat gambar/vidio bagaimana mereka bersikap dan apa yang mereka lakukan ketika gempa terjadi sepertinya memang terlatih. Dan mereka memang siap.

    Bencana tidak memilih korbannya. Oleh karena itu sebagai daerah yang rawan bencana, rakyat Indonesia mesti siap menghadapi kondisi seperti nini. Untuk itu sangat perlu pendidikan bencana atau yang juga disebut mitigasi bencana bagi masyarakatnya.

    Hidup dan Mati, Tuhan yang menentukan, tapi kita juga diberi kesempatan dan upaya untuk bisa menjalaninya dengan lebih baik dan lebih siap.

     
  • Romi Mardela 2:49 am on March 13, 2011 Permalink | Balas  

    Test from ping fm 

    Test from ping fm

     
  • uranglapau 4:23 pm on July 13, 2010 Permalink | Balas
    Tags: feminisme, minangkabau   

    Feminisme di Minangkabau 

    Oleh Sonya Winanda

    Bicara soal feminisme berarti bicara sesuatu yang baru di Indonesia. Feminisme masih dianggap sebagai “budaya barat” bagi masyarakat kita. Masyarakat kita belum terlalu peduli dengan wacana feminis ini. Jika pun ada, hanya segelintir orang yang benar-benar paham dan mendalaminya. Meski demikian, jauh sebelum feminis dikenal di Indonesia, masyarakat minangkabau telah menerapkannya sebagai bagian dari budayanya. Suku minang memberikan posisi istimewa dan terhormat pada perempuan. Ia adalah pemegang harta benda, pendapatnya pun berpengaruh besar dikaumnya.

    Membaca pemikiran Feminisme memang tidak mudah. Feminisme bukanlah pemikiran tunggal, tetapi terdiri dari berbagai macam pemikiran yang saling berbeda yang terpolarisasi aliran-aliran feminis. Contohnya saja feminisme radikal yang menganggap penindasan terhadap perempuan ditandai oleh kuasa, dominasi, hirarki, dan kompetisi. Menurut aliran ini, sistem patriarkhal tidak dapat dibentuk ulang, tetapi harus dicabut dari akar dan cabang-cabangnya. ”Bukan hanya struktur hukum dan politis partriarkhi saja yang harus dicabut, lembaga sosial dan kultural juga dicabut dari akar-akarnya untuk memberikan jalan bagi pembebasan perempuan ” (Tong: 1998). Selain itu ada juga aliran feminis liberal yang memiliki pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual Meskipun masing-masing aliran feminis berbeda dalam menganalisis sebab dan solusi dari ketertindasan perempuan, namun ada persamaan dalam “semangat perlawanan terhadap dominasi laki-laki”. Feminisme sesungguhnya bertitik tolak dari asumsi bahwa kaum perempuan sering mengalami perlakuan yang tidak adil dalam kehidupan, terutama di bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan ilmu pengetahuan. (More …)

     
  • uranglapau 3:21 pm on July 13, 2010 Permalink | Balas
    Tags: pandawa lima   

    Mengapa Pandawa Lima ? 

    Oleh Heri Faisal

    “Cut..cut”
    Tikno memotong adegan yang baru saja kuhayati dengan seksama. Yang bahkan Nicholas Cage pun tak kan mampu membuat penjiwaan yang dalam seperti yang kulakukan. Dengan tingkat keseriusan yang melebihi kekuatan ambisi Albert Enstein memecahkan teori relativitasnya. Atau bahkan jauh lebih tinggi dari semangat Gustave Eiffel merancang bangunan tertinggi di Paris. Bahkan pena Paulo Coelho pun belum tentu sanggup merangkai kata menggambarkan getaran gelora jiwaku saat itu. Andai saja Steven Spielberg menyaksikannya, aku yakin ia tak kan ragu menyodori kertas kontrak untuk main di film-filmnya. Tentunya tanpa perlu casting lagi (hahaha pede amat).
    “ah sialan”

    Aku menggerutu sendiri. Sejak awal latihan tadi, sudah hampir dua puluh kali Tikno memotong adeganku. Gerah juga rasanya. Setiap gerakanku selalu salah, selalu keliru. Ingin sekali kujambak rambutnya yang melingkar-lingkar seperti ijuk keriting itu. Sampai tercabut dari batok kepalanya yang lebar seluas nampan. Hingga bersih licin seperti idolanya Roberto Carlos. Dengan begitu ia akan malu, dan tak berani lagi bergaya laksana Riri Riza di hadapanku. (More …)

     
  • Ledian Lanis 5:54 pm on July 2, 2010 Permalink | Balas  

    ‘Up In The Air’ Menyindir Pilihan Pola Hidup 

    Judul  : Up In The Air
    Sutradara  : Jason Reitman
    Skenario : Jason Reitman dan Sheldon Turner, berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Walter Kirn
    Cast : George Clooney, Vera Farmiga, Anna Kendrick, Jason Bateman
    Genre  : Drama, Romance
    Rating : 7,8 /10 di Internet Movie Database (IMDB)
    Awards : Nominasi untuk 6 piala oscar, 53 nominasi penghargaan lain dan memenangkan 44 penghargaan.

    Jason Reitman kembali menyajikan karyanya yang ‘pandai’ menangkap ‘fenomena’ yang terjadi di keseharian kehidupan banyak orang di masa sekarang. Sukses dengan film ‘Juno’ yang berhasil meraih penghargaan-penghargaan, Reitmen menyuguhkan kembali karyanya ‘Up In The Air’. Tak kalah dengan ‘Juno’, Up In The Air meraih banyak penghargaan termasuk pula masuk dalam banyak nominasi piala Oscar 2010 dan nominasi di banyak penghargaan film lainnya. Total Up In The Air masuk ke dalam 6 nominasi piala Oscar, 53 nominasi lain dan memenangkan sebanyak 44 penghargaan sepanjang akhir 2009 dan awal 2010 ini. Nominasi terbanyak adalah nominasi screenplay terbaik disamping nominasi-nominasi lain termasuk aktris dan aktor terbaik.

    Agaknya Reitman memegang konsep film yang baik adalah film yang mampu fenomena saat ini, menyindir sekaligus (jika ada) turut akan memberikan solusi. Kalau pun tanggapan itu tidak benar, paling tidak untuk dua film ‘Juno’ dan ‘Up In The Air’ agaknya itulah yang menjadi garis besarnya. Pada Juno, Reitman menyuguhkan fenomena semakin tingginya remaja-remaja yang hamil di luar nikah dan aborsi. Sekaligus pula tanggapan umum tentang fenomena yang sudah semakin tak dianggap luar biasa lagi itu.

    (More …)

     
    • adriyanto 10:31 am on Juli 9, 2010 Permalink

      Bisa Pnjam FILEM nyo Ti??? 😀

    • lediana 3:49 pm on Juli 11, 2010 Permalink

      boleh. ti agiah. dak usah pinjam. pake fd dih bang

    • Romi Mardela 5:15 pm on Juli 12, 2010 Permalink

      nio mintak lo..
      Oy Ti, Aik, main2 lah ka AJI…
      Kami rencana nio kemping tanggal 30 Juli…
      Pai lah…

  • isaninside 11:51 pm on April 28, 2010 Permalink | Balas
    Tags: Domain dan Hosting Gratis   

    Layanan Domain dan Hosting Gratis 

    Gratis! Ingat gratis, ingat uang, ingat uang yang “tidak dibayarkan”. Memang sangat menyenangkan.

    Beberapa bulan lalu saya sempat berdiskusi dengan seorang blogger yang menggunakan layanan domain dan hosting gratis. Tapi layanan ini bukanlah http://co.cc (sebagai domain) dan http://000webhost.com sebagai layanan hosting. Layanan  itu dapat Anda kunjungi pada situs http://hyperphp.com. Layanan domain dan hosting terpadu pada layanan ini.

    Setelah mendapat informasi itu, Saya langsung mengunjungi situs hyperphp dan mendaftarkan diri dengan layanan tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendaftarkan diri pada layanan ini. Namun saja, kendala yang dihadapi adalah pada saat mengetikkan password. Sesuai petunjuknya, password yang digunakan harus memiliki 8 karakter (sejauh yang saya gunakan). Jika terjadi kelebihan atau kekurangan, anda akan terhenti pada form ini. Hingga Anda menginputkan data sesuai dengan prosedur layanan.

    (More …)

     
    • berita19 12:05 am on April 29, 2010 Permalink

      Salam kenal
      Thanks infonya

    • isaninside 11:28 pm on April 29, 2010 Permalink

      @berita 19
      sama2 thx

    • Andank_slankers 10:29 am on Agustus 4, 2010 Permalink

      Mantep info nya gan

    • new ptc 5:19 pm on Agustus 19, 2010 Permalink

      benar Gan, sebelum masuk hosting berbayar mendingan yg gratisan dulu mana tau bisa kerasan disana, gratissss… mantap gan, kapan2 ane mau coba deh..

    • Trinidad Milone 5:25 pm on Maret 3, 2013 Permalink

      best thing that i can tell to yout website is great. I think that you will give me best experience

  • Ledian Lanis 1:16 pm on March 21, 2010 Permalink | Balas  

    Cinta di Kota Serambi 

    (Sebenarnya saya waktu itu sedang tak ingin membaca novel bertema islami karena sering ‘tertipu’. Susah cari yang berkualitas diantara pengekor trend. Tapi ternyata novel ini bukan novel bertema islami. Unsur minang nya yang memicu saya membaca. Ah, saya memang suka dengan ‘Minang’. Terima kasih untuk Pak Presiden yang baik hati meminjamkan)

    Novel cinta di kota serambi menambah deretan novel-novel Indonesia yang diangkat berdasarkan kisah nyata pengarangnya. Setelah Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara sekarang hadir pula Cinta di Kota Serambi. Irzen hawer, sang novelis mengatakan novel Cinta di kota Serambi diangkat dari kisah nyata yang ia alami saat kecil hingga remaja ditambah dengan kisah beberapa orang terdekatnya.
    Ketiga-tiga novel tersebut sama-sama memasukkan unsur pendidikan, kesulitan untuk meraih impian dalam jalur pendidikan. Hanya saja novel Cinta di Kota Serambi lebih kaya, ia menyinggung banyak hal mulai dari pendidikan, agama, cinta dan sangat kental akan adat istiadat Minang. Melalui novel ini, pembaca yang berdarah Minang atau menghabiskan waktu lama di ranah minang disegarkan kembali ingatannya tentang hal-hal berbau Minang. Baik itu melalui latar atau setting cerita yaitu Padangpanjang, tokoh, keseharian tokoh, hingga ke hal-hal yang terkesan remeh temeh namun langsung mengingatkan pada Ranah Minang. Misalnya kerupuk kuah, permainan buah damar, kue pinukuik dan beberapa hal lainnya. (More …)

     
    • adriyant 10:58 pm on Maret 23, 2010 Permalink

      Penasaran Neh…dengan Bukunya…Lai Bisa di Pinjam Ntu Ti???

    • isaninside 11:37 pm on Maret 23, 2010 Permalink

      Waaaw… Buku baru… Dima bisa dapek ko?

    • bintangkesiangan 11:36 am on Maret 24, 2010 Permalink

      cover ny kok sperti pnah liat de corak ny

      Klo mang bnr sangt sayang sekali

    • lediana 2:13 pm on Maret 24, 2010 Permalink

      bg ad : ti aja minjam hehhe. punya bos
      isan : udah dipasarkan tapi ga tahu dimana bisa dapat. lupa nanya.
      bintangkesiangan : iya bg. ti juga pikir kovernya mirip sama novel lain. sayang sekali

    • isaninside 1:03 am on Maret 25, 2010 Permalink

      @lediana
      Thx… Thx …
      @bintangkesiangan
      Long time no see…

    • Romi Mardela 11:30 pm on Maret 29, 2010 Permalink

      alo, semua…
      ikut nyebur nih….
      dah lama ga gaul di sini..
      hahai…
      ^_^

    • bintangkesiangan 1:20 pm on April 5, 2010 Permalink

      @isan, ente jg bos

      @romi, mau gaul?, ksni aja

    • Junaidi 2:59 pm on Maret 29, 2011 Permalink

      Gabung Anak Muda Indonesia

    • Romi Mardela 5:33 pm on Januari 19, 2016 Permalink

      tes

    • Ledian Lanis 1:57 pm on Januari 20, 2016 Permalink

      tes???

  • meiriza paramita 5:11 pm on February 22, 2010 Permalink | Balas  

    Surat ‘Tuk Maya 

    Hari ini, Mei mencintai Maya. Tak jemu memandang wajah putihnya yang bercahaya, namun datar dan kaku.

    Sering-seringlah memandangku, ambillah aku, debarkan jantungmu di dalam semestaku. Kemarin kau telah lihat juraian hujan. Kau membencinya. Sebenarnya dalam setengah bimbang, apakah hujan yang kau benci atau tuts A?

    Ah, Maya, jangan kau kotakkan aku di dalam kardus untuk melindungiku dari hujan.

    Begitulah, Mei selalu mencintai Maya bukan hanya saat Mei menjadi bulan lainnya. Namun, Maya tidak tahu tentang tuts A, B, C, ataupun Z yang tengah dipasungnya. Hingga ia menulis surat beramplop merah darah.

    Dear Maya

    Tiada maksudku berbohong. Telah kusalin jejak hatiku untukmu, termasuk tuts A. Bukankah itu yang kau tanya padaku belakangan? Sungguh Maya, aku telah memasungnya, karena ia membuatku kehilangan akal.

    Namun, kala itu aku lebih memilih bercerita pada seorang berambut lancip. Karena ia mau menanggapiku, berbicara padaku, tidak sepertimu, yang hanya beku menyimpan semua kalimatku.

    Maya ku…

    Maya, cintaku sungguh beda dan kaku. Sepertimu dan cintamu. Kau tahu seberapa banyak tinta karyaku yang hijau. Namun tak pernah kugunakan tuts A, B, C ataupun Z untuk melumurkan cat hijau. Lebih baik rahasia itu kau simpan di dalam ruangmu yang terisolir.

    Dia kupasung karena terlalu menggoda sepertimu. Malah ku buat cetakan khusus untuknya yang sesuai dengan ukurannya. Agar ia tidak tenggelam dalam hujan. Namun, Maya, aku sedih, ia takkan mau repot menerka tentang ku, tentang karyaku.

    Karena itu, ia kupasung dalam cetakan khususku.

    Sudahlah Maya ku…

    Dia telah membatu dan mengeras dalam bingkai yang kubuat. Mencengkeram erat seperti sel kanker. Kau takkan bisa mencabutnya, membongkarnya. Jika kau paksa mencabutnya, kehidupanku juga kan tercerabut.

    Sekarang kau pasti mengerti. Maya ku… Malam ini kurenungi garis katamu dengan makna. Dengan itu rasanya semua bebanku meledak menjadi partikel murni.

    Dear Maya… Jangan takutkan, apapun itu…

     
    • Fitri 5:15 pm on Februari 22, 2010 Permalink

      Salam kenal. Tulisan yang bermakna.

    • meiriza 5:29 pm on Februari 22, 2010 Permalink

      Salam kenal juga. Terima kasih telah mau memaknainya… 😀

    • ibnu 10:40 pm on Februari 22, 2010 Permalink

      hmm…
      i like it.. 🙂

    • adriyant 1:13 am on Maret 3, 2010 Permalink

      Dunia Mayaku…:D Aku selalu mengetikkan Google.com untuk mencari sesuatu yang bermakna, bermanfaat…dan berguna…..:D

    • bintangkesiangan 11:43 am on Maret 24, 2010 Permalink

      Pa maya sempt bc suratny

  • adriyant 10:14 am on January 24, 2010 Permalink | Balas  

    Wajibkah Menggunakan Jilbab? 

    Tidak bisa dipungkiri, musik dan mode memiliki kedekatan tersendiri. Musik memengaruhi mode dan begitu pula sebaliknya.

    Mode yang kita bicarakan ini adalah mode memakai baju adiak. setiap sudut kota, pusat perbelanjaan dan lain2 tempat, rata2 menggunakan pakaian yang boleh dikatakan jadi pusat perhatian kumbang-kumbang liar. Saya juga tidak munafik apa yang saya lihat itu juga membuat saya “Silap wak Beko” (kata-kata mutiara yang saya ucapkan sama wanita). Tapi percayalah apa yang saya lihat itu hanya kenikmatan dunia semata, yang memancing saya dalam keadaan yang tidak diinginkan Tuhan.

    Menutup aurat dengan memakai kerudung itu adalah suatu keharusan? Menurutku wajib…karena aku masih ingat salah satu tafsir dari Al-Qur`an Qs.An-Nur: 31 “Katakanlah kepada wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup aurat dengan kerudung mereka sampai kedadanya”. dan Qs. Al Ahzab 59 “Hai Nabi, katakanlah kepada Istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan muslimah hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali dan supaya mereka tidak diganggu dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang” Makanya saya mengatakan itu wajib karena pedoman hidup kita adalah Alqur`an dan Hadits. (More …)

     
    • fajarembun 10:21 am on Januari 24, 2010 Permalink

      ya terlihat jelas dalam Ayat-Nya..tinggal mereka para wanita menutup hijabnya dengan baik..:)

    • meiriza 11:54 am on Januari 24, 2010 Permalink

      yang nampak poto ni Oji bang… haha

    • roumink 1:02 pm on Januari 25, 2010 Permalink

      Wah, kanyaknya ada udang-udang kecil yang sedang bermain di balik batu neh,….
      Keep On boss…

    • Bintangkesiangan 1:46 am on Februari 4, 2010 Permalink

      Uwia2 mintak gatah

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal