Updates from yusnetti Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • yusnetti 5:31 pm on January 7, 2009 Permalink | Balas  

    Prosa ku 

    “sayang, aku menginginkanmu duduk manis di sampingku, bisakah?”, tanya lelaki itu

    “aku tidak terbiasa,,aku orang bebas,,”, balas perempuan itu

    “sampai kapan kamu akan bebas seperti ini, kamu perempuan, sayang”, tanya lelaki itu

    “sebenarnya aku ingin, tapi kita kan terpisah..”

    “ya, aku akan menunggumu, bersabar menunggu kamu”

    perempuan itu berpikir, dia tidak ingin membuat kekasihnya menunggunya, apalagi menunggu dengan cinta. menunggu cinta sama dengan membunuh diri sendiri secara perlahan. dia tidak ingin membunuh lelakinya.

    perempuan itu akhirnya memutuskan untuk pulang menemui cintanya.

    “sayang aku senang kita bisa bersama”, ujar lelaki itu

    “aku juga, tapi aku khawatir”, balas perempuan itu

    “apa yang kamu khawatirkan, sayang?”, tanya lelaki itu

    “aku paham dengan kompleksitas kerja kamu, aku takut kamu tidak ada waktu, aku takut kamu tidak setia”, papar perempuan itu

    “aku akan ada buat kamu, sayang, percayalah”, lelaki itu menguatkan

    “ya, baiklah, aku percaya”, jawab perempuan itu masih dengan keraguan di dadanya

    sebulan lebih berlalu, manis, hubungan yang manis. perempuan dan lelaki itu disanjung sebagai pasangan yang serasi, pas, cocok. yang perempuan beruntung mendapatkan lelaki itu, lelaki itu beruntung mendapatkan perempuan itu.

    selanjutnya, mulailah ombak menjadi ganas. berakibat pada kapal cinta mereka yang berlayar terombang-ambing, hampir terhempas.

    perempuan itu mulai resah, gelisah, gundah, ragu, sedih, marah, pada lelakinya. benar adanya ketika perempuan itu berekspresi, lelaki itu mulai marah. lelaki itu merasa egonya dilangkahi, lelaki itu marah, perempuan itu diam dalam kecewa dan marah.

    perempuan itu menulis email pendek, tak kuasa berbicara. 

    lelaki itu membalasnya dengan sms pendek.

    perempuan itu menangis. dia menangis lagi. menangis lagi. perempuan itu berpikir untuk berhenti menangis. dia berhenti menangis.

    perempuan itu berhenti menangis, untuk selamanya.

    Iklan
     
  • yusnetti 8:09 pm on January 3, 2009 Permalink | Balas  

    Memang Enak Memaafkan 

    Setahun silam, ada berbagai peristiwa yang membuat aku tidak bisa memaafkan beberapa orang di tanah kelahiranku, ranah minang. Akhirnya membuatku hengkang dari rumah gadang, merantau. Di tanah rantau, hidupku selalu diwarnai dendam yang tak berkesudahan dengan detail skenario pembalasan yang akan kulakukan.

    Aku mencoba untuk memperkuat diri, sebuah tameng dari ketidakberdayaan. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, mulai dari Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Balikpapan; dengan berbagai pekerjaan, seorang diri dalam waktu 2 tahun kurang. Masih dengan amarah dan dendam membara di dada.

    Kemudian aku merasa lelah dengan semua yang aku lalui, aku merasa semakin sakit. Tanah rantau sudah tidak enak lagi buatku. Seolah-olah rumah gadang memanggilku pulang, dalam setiap mimpiku. Maka, aku selalu berpikir untuk pulang, mungkin karena ibuku. Makhluk mulia ini hampir setiap menelfonku, selalu menangis. Barangkali ini yang makin membuatku sakit, seolah ibu sudah tidak ridha lagi.

    Sepertinya, alam sudah bersinergi untuk menyuruh aku pulang, ada tawaran untuk menjadi dosen di Padang. Tanpa pikir panjang, antara mau dan tidak mau, aku pulang. Tentunya aku masih dengan rasa sakit yang kubuat sendiri dalam balutan dendam.

    Pulang. Sepertinya aku telah menyerah.

    Di pesawat, aku hanya bisa menangis, menangisi dan mengasihani diri sendiri. Aku tidak peduli dengan orang yang terheran-heran melihat aku yang tidak berhenti mengeluarkan air mata. Saat itu yang terpikir olehku adalah bagaimana melepaskan rasa sakit yang ada di dada. Aku tahu, dendam itu yang menjadi duri dalam dagingku.

    Sesampainya di BIM, sudah ada niat yang kuat dalam hati untuk menemui orang-orang yang telah membuatku sakit. Aku akan minta maaf karena aku telah memelihara dendam pada mereka.

    Pada pelaksanaannya, hati ini selalu mendua. Do or don’t. Tapi aku tidak boleh kalah lagi, emosi negatif jangan pernah mempengaruhi hidupku lagi. Aku berhasil, menemui orang-orang itu, bersilaturrahmi lagi dan minta maaf. Ajaib, aku merasa tenang. Saat ini aku sangat menikmati hidup dengan perasaan tenang, enak, dan bersemangat.

    Dari situ aku tahu, ternyata perjalanan yang telah kulalui mampu membuat aku berubah. Berubah menjadi lebih baik. Itulah yang aku rasakan sekarang. Ternyata aku tidak menyerah dalam ketidakberdayaan, aku kuat. Aku sangat yakin dengan hal itu.

    Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagiku, bagi kita semua, harus. Amin.

     
    • ulfiarahmi 3:31 pm on Januari 4, 2009 Permalink

      memberi maaf sama dengan memberi ruang pada rasa benci

    • ulfiarahmi 3:32 pm on Januari 4, 2009 Permalink

      memberi maaf sama dengan memberi ruang pada rasa benci

      memaafkan juga tidak sesulit yang dibayangkan, dengan memberi maaf berarti mencari kemuliaan

    • bintangkesiangan 9:14 pm on Januari 4, 2009 Permalink

      memaafkan adalah salah satu sifat Allah
      sungguh mulia orang yang mempunyai sifat pemaaf

      oya buk
      mang buk sama sapa se ada masalah ny
      hehehe
      pengen tau ja buk

      soal ane dari pihak infotaiment ixixixixixxixi 😀

    • yusnetti 11:07 am on Januari 5, 2009 Permalink

      mau tauuuuu aja
      that’s my last problem, case closed for better future

    • roumink 11:32 pm on Januari 5, 2009 Permalink

      saia juga pernah berpikir akan seperti itu, pergi untuk menghapus ingatan..
      pelajaran yg menarik, mungkin kita akan sama-sama belajar..
      thx 4 share, sis…

      ^_^

      btw, kok yusnetti jadi pemarahya?
      wah, bisa cepat tua buk…
      wawkakwakakwkawk
      😛

    • bintangkesiangan 2:00 pm on Januari 6, 2009 Permalink

      “mau tauuuuu aja
      that’s my last problem, case closed for better future”

      maap de buk
      klo ane tak bisa ngoreksi berita dari ibuk

      trus sekarang kegiatan buk pa
      jadi dosen yach
      jur apa tu
      ato jangan2 ibuk dosen saya gi 😀

    • yusnetti 7:58 pm on Januari 6, 2009 Permalink

      mink, gw dah gk pemarah sekarang, tapi gigit orang, gk dink. gw dah mulai wise, cielah..

    • yusnetti 7:59 pm on Januari 6, 2009 Permalink

      bintangkesiangan,,,net dosen konseling…
      net tidak akan mengajar bahasa indonesia..

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal