Updates from riechie Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • riechie 9:25 am on February 19, 2009 Permalink | Balas  

    sebuah catatan senja cerpen_Q 

    Kuasa

    “Aku masih ingat sekali, seminggu sebelumnya aku telah menerima surat panggilan dari Bank BCA. Aku diterima bekerja di sana,” lambat suara Amenk menyeruak di telingaku. Aku menjadi teman ceritanya semenjak 5 bulan dia berada di jeruji besi itu. Namun menurutnya berada di LP bukanlah sesuatu yang menakutkan. Dia seolah-olah berada di rumah kos-kosan pelajar atau mahasiswa. Punya kasur sendiri, lemari tempat menyimpan baju, ada televisi, tape, dispenser, bahkan magic come. Hanya saja bedanya, 1 ruangan itu terdiri dari 8-9 orang bahkan lebih. Tapi aku tau sekali kalau ceritanya itu hanya untuk menenangkan ku di sini. Entahlah. (More …)

     
  • riechie 2:34 pm on January 22, 2009 Permalink | Balas  

    alamku memesona “jalan2 yuk” 

    untitled-21

    Menikmati Eksotiknya Puncak Singgalang

    Merayakan awal tahun dengan kembang api atau di puncak gunung Merapi mungkin sudah menjadi hal yang lumrah. Biasanya para Pecinta Alam cenderung menuju puncak gunung Merapi di tahun baru, 17 Agustus, dan hari-hari mendaki lainnya. Namun, tak banyak yang mau menuju gunung satu ini, yaitu Singgalang. Kalaupun ada, itu pun tak seantusias peminat Gunung Merapi. Hal ini lantaran gunung Singgalang tidak setinggi gunung Merapi. (More …)

     
    • ulfiarahmi 4:54 pm on Januari 22, 2009 Permalink

      JALAN-JALAN???

      YUUUKKKK….

    • bintangkesiangan 6:19 pm on Januari 22, 2009 Permalink

      ikut ciat buk

    • isaninside 4:05 pm on Januari 24, 2009 Permalink

      Wah… pencinta alam sejati…. Positif banget..perlu dicontoh..

    • roumink 11:24 pm on Januari 26, 2009 Permalink

      wah….
      kapan neh sampai Singgalang…
      ga ngajak-ngajak ya…
      😦

      tapi ada satu kekecewaan para pendaki di Singgalang ini: tower!!!
      huwf…
      hingga para pendaki punya sloroh tersendiri, “kalau belum ke puncak tower (memanjat tower) berarti belum sampai di puncak Singgalang…
      hah, entahlah…
      mungkin para pendaki sudah mulai terbiasa…
      tapi, ketika perdana ke sana, rasa kecewa begitu meletup-letup melihat tower dengan perkasa menggapai langit…

    • Ami 8:22 am on Oktober 28, 2009 Permalink

      Puncak singgalang itu dimana Daerahnya?

    • dilah "slank" 12:30 pm on November 21, 2009 Permalink

      dunia itu nyata..negeri itu kesatuan..bangsa itu bagian dari budaya..Tapi NEGERIKU,TANAHKU,BANGSAKU INDONESIA lah yang paling INDAH,paling SUBUR,paling DAMAI…PEACE’n’LOVE INDONESIA

  • riechie 2:57 am on December 27, 2008 Permalink | Balas  

    yang terlupa dengan AGAMA 

    Helaan Nafas di Atas Sajadah

    Sekelebat terlihat seorang Pak Tua. Keadaannya hampir sama dengan pondok reotnya. Badannya kusut kering. Kulitnya yang terbakar sudah kendor. Bergaris di sana- sini. Bajunya pun seperti baju pekerja kasar, awalnya berwarna putih namun sekarang tampak seperti lumpur sawah. Namun matanya masih seperti dulu, bersih dan masih dapat melihat jelas. Dan ketika ia tersenyum masih tampak gigi putihnya berbaris tinggal 3 di atas dan 4 di bawah.
    Ia berjalan menelusuri jalan yang terbentuk di antara semak-semak di depan pondoknya itu. Tampaknya menuju sawah yang saban hari tak kunjung selesai dikerjakannya.
    Pondok tua itu ditinggal begitu saja. Ia tak peduli. Kalaupun ada pencuri, sudah tak ada peralatan untuk bekerja yang dapat diambil pencuri. Mulai dari parang, sabit, cangkul bahkan alat yang biasa digunakan untuk dia membajak sawah pun sudah berkarat. Siapa yang mau. (More …)

     
  • riechie 2:53 am on December 27, 2008 Permalink | Balas
    Tags: opini_chimoet   

    menyoal CiNta 

    Antara Buta Cinta dan Cinta Buta

    Baru-baru ini media massa baik media cetak maupun media televisi disibukkan dengan berita pernikahan seorang kiai nyentrik dengan seorang gadis cilik. Terang saja pernikahan ini menimbulkan kontra di mana-mana lantaran usia calon mempelai wanita yang jauh di bawah ketentuan UU Pernikahan di negara. Dalam ketentuan Negara Indonesia, seorang wanita boleh menikah setelah menginjak usia 16 tahun ke atas. Namun berbeda halnya dengan Ulfa yang bernama lengkap Lutfiana Ulfa yang masih berusia 12 tahun. Ulfa mau menikah dengan pria bernama lengkap Pujiono Cahyo Widianto yang biasa disebut Syekh Puji yang sudah berkepala 4 (43 tahun).
    Kehebohan yang muncul di tengah-tengah masyarakat seketika membungkam ketika Ulfa menyampaikan di depan media kalau ia menolak dipisahkan dengan syekh Puji dan tetap ingin menjadi istri gaek yang disebut-sebut berharta itu. Dengan tenang Ulfa mengatakan “saya heran mengapa orang-orang di luar sana meributkan saya, saya mencintai Syekh Puji.” (More …)

     
    • della 5:34 pm on Desember 28, 2008 Permalink

      terlepas dari itu semua, ada yang bilang cinta itu ketika kita bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia walaupun kita bukan bagian dari kebahagiaan itu……..

      nah loh bisa ga tuh???

  • riechie 2:52 am on December 27, 2008 Permalink | Balas
    Tags: sajak_qoe1   

    dalam hening 

    kehilangan itu pernah aku rasakan
    petir menyambar, pondok rubuh, gunung berderai dg laharnya
    laut terbelah dua, bahkan semua penghuni hutan berlarian, hama dan debu berhamburan.
    tak ada yang dapat mewakilkan
    bahkan, jeritan pun tak dapat mewakilkan
    kata-kata juga tak kan bisa menguntainya
    begitu tak terbayangkannya
    untuk ibu…
    ku tak mau kehilanganmu
    karena ibu, kaulah denyut jantung dan helaan nafasku

    sahabat…
    kau berada di samping ibuku
    kenapa kau bingung tuk goreskan tinta pada sahabatmu
    apa tak adalagi kehangatan itu?
    lorong…
    saat ini aku berada di lorong sempit
    ia membuat dadaku sempit
    ia membuat dadaku sesak
    ingin ku gapai anganku
    angan akan kerinduanku pada sahabatku
    tapi tangan ini semakin buntung untuk meraihnya
    dan aku sepi di keramaian ini…

    sahabat…
    ingatkah kamu?
    tetes airmata yang menemani kita dulu?
    untaian bait lagu ikut menghangatkan kita
    semua mata pun tertuju pada kita
    sahabat…
    sekarang dingin sudah semua
    aku bagai gajah di pelupuk mata
    “tampak tapi tak bermakna”
    sahabat
    lirihku…
    rapuh pula jiwaku
    rindu ini mencabik organ tubuhku
    bahkan salju itu masuk ke dalam setiap titik pori-poriku
    sahabat
    aku kedinginan
    tanganku membeku
    bibirku kelu
    kekakuan menghadangku
    menghadang cinta kita…
    SAHABAT, AKU TAKUT KEHILANGANMU

     
    • roumink 4:53 am on Desember 27, 2008 Permalink

      sahabat ternyata tak pernah benar-benar ada. Untuk dirimu atau untuk dirikita…
      kau sendirian dan akan selalu sendirian, seperti gelapnya malam dikesenyapan. Sesak dan pengap.

      suatu saat kawan, kau akan tahu jalan menuju malam kepulangan menuju sahabat sejati.

    • tutihandriani 12:16 pm on Desember 27, 2008 Permalink

      seindah apapun huruf terukur, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
      dapatkah ia dimengerti, jika tak ada spasi? (Dee)

      percayalah sahabat, semua kegundahanmu itu hanya utk sesaat, karena ku yakin tak ada yg dapat menghapus semua alur kisah kita..

    • yosie 8:48 pm on Desember 27, 2008 Permalink

      susah memang tuk ungkapkan betapa besarnya rasa sayang ini baik untuk sahabat, orang tua, maupun pacar…
      namun saat ini rasa ego, putus asa, dan takut lebih membelenggu
      dan takkan mudah hilang barang sesaat.

      kalaupun aku akan sendiri
      lebih baik mati karena sahabat itu ada di samping ibu ku
      dan ketika aku kehilangan ibu aku akan mati
      begitu pula ketika aku kehilangan sahabatku
      karena dialah sahabat sejatiku

    • roumink 8:59 pm on Desember 27, 2008 Permalink

      wahwah yang lagi saling curhat-curhatan…
      ikut dunk…

      wakwakakwakak…

      ternyata sebuah puisi telah bercerita untuk dirinya….

    • della 4:38 pm on Desember 28, 2008 Permalink

      hari gini masih percaya sahabat???

      sahabat hanya kepentingan..
      ketika tak ada kepentingan di mana sahabat???
      ingat2 kepentingan,,
      sekali lagi kepentingan…sebenarnya tak masalah jika sahabat berdasar kepentingan,,

      asal”’

      masih saling menghargai…….

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal