Updates from Ledian Lanis Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Ledian Lanis 2:22 pm on May 17, 2012 Permalink | Balas  

    Panggung Besar Bernama Jejaring Sosial 

    Panggung besar itu bernama jejaring sosial. Facebook dan Twitter adalah dua yang paling beken. Mau sebenar-benar artis atau bukan, semua pemilik akun jejaring sosial ini sudah seperti artis. Artis yang sekaligus menjadi penggemar artis lain. Bergantian mereka memberikan pertunjukkan, bergantian pula mereka menjadi penikmat pertunjukkan. Semuanya punya tujuan serupa : ingin diperhatikan. Semakin banyak perhatian yang didapat semakin senanglah mereka. Bukti diperhatikan apalagi kalau bukan banyaknya teman, pengikut dan komentar teman pada setiap pertunjukkan.  Ada yang menggelar pertunjukan curhat beriba-iba hati. Ada pertunjukkan pamer kekayaan, pamer kekasih. Pamer foto-foto seronok diri sendiri.

    Akhirnya ada pula yang sudah kecanduan perhatian. Mereka perlahan akan banyak lupa. Lupa bahwa foto-foto jenazah korban kecelakaan Sukhoi Super Jet 100 tak seharusnya dipertunjukan di panggung besar itu tanpa sensor, tanpa pemburaman. (More …)

     
    • NaLdi 11:34 pm on Juni 18, 2012 Permalink

      Waw…

    • Waldo 8:48 am on Februari 24, 2013 Permalink

      There would have been a changing of the guard.
      This show is much more edgy and busy, without crossing over inside
      radical crudeness of South Park. Banksy told Swindle which he had no promises to go public regarding
      his real identity because he had not been thinking about fame or fashion.

  • Ledian Lanis 9:51 pm on May 6, 2012 Permalink | Balas  

    Dirimu Adalah Apa Yang Kamu Pakai : Sebuah Pertarungan Sosial 

    Seorang perempuan muda turun dari taksi dengan menjinjing tas bermerk terkenal seharga jutaan rupiah. Sepatu hak tinggi 7 cm membuat ia berjalan lambat melenggak lenggok. Tak jauh darinya seorang remaja sibuk dengan telepon seluler canggih model terbaru, satu di tangan kanan, satu lagi di tangan kiri. Pemandangan seperti ini sungguh sudah menjadi pemandangan biasa. Pemandangan yang terjadi hampir di semua sudut kota di Indonesia. Sekilas terlihat seperti ciri-ciri penduduk negara yang sedang bergegas maju dengan penduduk yang memiliki kantong tebal dan mampu membeli apapun yang diinginkan.

    Di zaman seperti ini, istilah ‘Jangan Menilai Buku dari Sampulnya’ memang telah menjadi  istilah usang yang telah kehilangan makna. Istilah ‘Dirimu Adalah Apa Yang Kamu Pakai’  telah dipraktikkan dengan taat. (More …)

     
  • Ledian Lanis 9:43 pm on May 6, 2012 Permalink | Balas  

    The Raid : Parade Laga dan Ketakutan 

    Kiranya amat pantas kita (penikmat film sekaligus orang Indonesia) berbangga hati dengan keberadaan The Raid. Bukan karena sebatas film ini mengundang decak kagum internasional. Bukan pula semata karena film ini mampu menggugah minat banyak pengusaha film dunia untuk membuatnya melalang buana ke berbagai negara. Decak kagum dan ketertarikan internasional hanyalah bonus. The Raid patut diapresiasikan dengan kebanggaan karena membuat kita sadar bahwa potensi asli milik kita bisa menuai decak kagum dunia. Bahwa potensi asli milik kita mampu menghasilkan karya yang amat  berbobot.  Potensi asli milik kita itu apalagi kalau bukan laga, pencak silat. (More …)

     
  • Ledian Lanis 5:54 pm on July 2, 2010 Permalink | Balas  

    ‘Up In The Air’ Menyindir Pilihan Pola Hidup 

    Judul  : Up In The Air
    Sutradara  : Jason Reitman
    Skenario : Jason Reitman dan Sheldon Turner, berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Walter Kirn
    Cast : George Clooney, Vera Farmiga, Anna Kendrick, Jason Bateman
    Genre  : Drama, Romance
    Rating : 7,8 /10 di Internet Movie Database (IMDB)
    Awards : Nominasi untuk 6 piala oscar, 53 nominasi penghargaan lain dan memenangkan 44 penghargaan.

    Jason Reitman kembali menyajikan karyanya yang ‘pandai’ menangkap ‘fenomena’ yang terjadi di keseharian kehidupan banyak orang di masa sekarang. Sukses dengan film ‘Juno’ yang berhasil meraih penghargaan-penghargaan, Reitmen menyuguhkan kembali karyanya ‘Up In The Air’. Tak kalah dengan ‘Juno’, Up In The Air meraih banyak penghargaan termasuk pula masuk dalam banyak nominasi piala Oscar 2010 dan nominasi di banyak penghargaan film lainnya. Total Up In The Air masuk ke dalam 6 nominasi piala Oscar, 53 nominasi lain dan memenangkan sebanyak 44 penghargaan sepanjang akhir 2009 dan awal 2010 ini. Nominasi terbanyak adalah nominasi screenplay terbaik disamping nominasi-nominasi lain termasuk aktris dan aktor terbaik.

    Agaknya Reitman memegang konsep film yang baik adalah film yang mampu fenomena saat ini, menyindir sekaligus (jika ada) turut akan memberikan solusi. Kalau pun tanggapan itu tidak benar, paling tidak untuk dua film ‘Juno’ dan ‘Up In The Air’ agaknya itulah yang menjadi garis besarnya. Pada Juno, Reitman menyuguhkan fenomena semakin tingginya remaja-remaja yang hamil di luar nikah dan aborsi. Sekaligus pula tanggapan umum tentang fenomena yang sudah semakin tak dianggap luar biasa lagi itu.

    (More …)

     
    • adriyanto 10:31 am on Juli 9, 2010 Permalink

      Bisa Pnjam FILEM nyo Ti??? 😀

    • lediana 3:49 pm on Juli 11, 2010 Permalink

      boleh. ti agiah. dak usah pinjam. pake fd dih bang

    • Romi Mardela 5:15 pm on Juli 12, 2010 Permalink

      nio mintak lo..
      Oy Ti, Aik, main2 lah ka AJI…
      Kami rencana nio kemping tanggal 30 Juli…
      Pai lah…

  • Ledian Lanis 1:16 pm on March 21, 2010 Permalink | Balas  

    Cinta di Kota Serambi 

    (Sebenarnya saya waktu itu sedang tak ingin membaca novel bertema islami karena sering ‘tertipu’. Susah cari yang berkualitas diantara pengekor trend. Tapi ternyata novel ini bukan novel bertema islami. Unsur minang nya yang memicu saya membaca. Ah, saya memang suka dengan ‘Minang’. Terima kasih untuk Pak Presiden yang baik hati meminjamkan)

    Novel cinta di kota serambi menambah deretan novel-novel Indonesia yang diangkat berdasarkan kisah nyata pengarangnya. Setelah Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara sekarang hadir pula Cinta di Kota Serambi. Irzen hawer, sang novelis mengatakan novel Cinta di kota Serambi diangkat dari kisah nyata yang ia alami saat kecil hingga remaja ditambah dengan kisah beberapa orang terdekatnya.
    Ketiga-tiga novel tersebut sama-sama memasukkan unsur pendidikan, kesulitan untuk meraih impian dalam jalur pendidikan. Hanya saja novel Cinta di Kota Serambi lebih kaya, ia menyinggung banyak hal mulai dari pendidikan, agama, cinta dan sangat kental akan adat istiadat Minang. Melalui novel ini, pembaca yang berdarah Minang atau menghabiskan waktu lama di ranah minang disegarkan kembali ingatannya tentang hal-hal berbau Minang. Baik itu melalui latar atau setting cerita yaitu Padangpanjang, tokoh, keseharian tokoh, hingga ke hal-hal yang terkesan remeh temeh namun langsung mengingatkan pada Ranah Minang. Misalnya kerupuk kuah, permainan buah damar, kue pinukuik dan beberapa hal lainnya. (More …)

     
    • adriyant 10:58 pm on Maret 23, 2010 Permalink

      Penasaran Neh…dengan Bukunya…Lai Bisa di Pinjam Ntu Ti???

    • isaninside 11:37 pm on Maret 23, 2010 Permalink

      Waaaw… Buku baru… Dima bisa dapek ko?

    • bintangkesiangan 11:36 am on Maret 24, 2010 Permalink

      cover ny kok sperti pnah liat de corak ny

      Klo mang bnr sangt sayang sekali

    • lediana 2:13 pm on Maret 24, 2010 Permalink

      bg ad : ti aja minjam hehhe. punya bos
      isan : udah dipasarkan tapi ga tahu dimana bisa dapat. lupa nanya.
      bintangkesiangan : iya bg. ti juga pikir kovernya mirip sama novel lain. sayang sekali

    • isaninside 1:03 am on Maret 25, 2010 Permalink

      @lediana
      Thx… Thx …
      @bintangkesiangan
      Long time no see…

    • Romi Mardela 11:30 pm on Maret 29, 2010 Permalink

      alo, semua…
      ikut nyebur nih….
      dah lama ga gaul di sini..
      hahai…
      ^_^

    • bintangkesiangan 1:20 pm on April 5, 2010 Permalink

      @isan, ente jg bos

      @romi, mau gaul?, ksni aja

    • Junaidi 2:59 pm on Maret 29, 2011 Permalink

      Gabung Anak Muda Indonesia

    • Romi Mardela 5:33 pm on Januari 19, 2016 Permalink

      tes

    • Ledian Lanis 1:57 pm on Januari 20, 2016 Permalink

      tes???

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal