Memulai menulis dalam Bahasa Inggris (Part I)

Kenapa saya begitu percaya diri untuk memulai menulis dalam Bahasa Inggris? Ada beberapa penyebabnya. Pertama, sekarang saya masih kuliah dan tentunya membutuhkan banyak referensi. Sayangnya, referensi itu lebih banyak berasal dari luar negeri yang nota bene berbahasa Inggris. Mau tak mau, saya harus mempelajarinya. Apalagi referensi ini juga sebagai bahan tugas, yang hampir tiap kali pertemuan dan tiap mata kuliah selalu ada tugas.

Kedua, suatu waktu saya mendapat telpon dari bule. Ia berbahasa Inggris. Sedikit cerita, bule ini menelpon akibat keisengan saya sendiri. Maklumlah, kalau kita lagi di depan komputer yang tersambung internet, apa sih yang tidak kita lakukan? Namun ini tentu saja bukan ditelpon oleh orang yang menawarkan situs porno terrbaru dan syukur juga bukan peringatan karena mencoba meretas situs Departemen Pertahanan AS. Melainkan, orang tersebut, namanya Srinivas ia dari PressMart.com sebuah perusahaan yang bergerak di bidang semacam penerbitan di dunia maya.

Perusahaan tersebut punya media publikasi yang diperuntukkan bagi perusahaan media (press) terutama cetak yang ingin berimigrasi ke online. Dan saya mendaftarkan diri di sana dengan harapan bisa mencoba-coba layanan mereka.

Ups, ternyata orang tersebut sangat baik hati. Ia lantas menelpon untuk memastikan apakah saya benar-benar ingin menggunakan jasa mereka. Singkat kata, dua kali ia menelpon yang memaksa saya harus berinterkasi yang tentu saja juga menggunakan bahasa Inggris.

Ketiga, pandai berbahasa Inggris merupakan keinginan saya dari dulu dan saya rasa semua orang juga begitu. Karena melihat orang lain (orang Indonesia) yang berbicara dengan sangat lancar kepada lawan berbicaranya menggunakan bahasa Inggris sungguh membuat saya iri hati.

Kadang-kadang saya merasa asing di negeri sendiri sebab orang tersebut berada di daerah kita, namun kita tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Atau sebaliknya, kita pergi ke suatu daerah, tapi kita tidak tahu bahasa apa yang mereka gunakan. Jadilah Anda sebagai turis di negeri sendiri.

Keempat, hanyalah keegoan diri saya sendiri untuk membuktikan bahwa semuanya bisa dipelajari jika kita tekun dan bersungguh-sungguh.

Kelima, sebuah prestasi dari alasan yang keempat yang saya rasa juga ikut memengaruhi alasan saya belajar Bahasa Inggris lebih tekun. Saya berhasil memenangkan semacam lomba menulis (review) tentang produk suatu website. Mereka mencari 3 orang pemenang dengan 3 periode. Hadiahnya lumayan: keanggotaan (premium) di website tersebut selama setahun dengan nilai US$419 atau sekitar Rp4juta.

Orang-orang yang ikut lomba tersebut kebanyakan memang orang dari luar Indonesia. Dan beruntungnya saya, karena saya berhasil menang lomba itu pada periode pertama.

Terakhir, kita sekarang hidup di dunia teknologi yang terus berkembang dengan cara yang luar biasa. Saya membayangkan, lima tahun yang akan datang begitu sulitnya kita hidup tanpa ada akses internet. Wow. Ini sungguh hal yang sangat buruk menurut saya. Karena sekarang saja, ketika tidak bisa akses internet satu hari saja, rasanya udah kembali ke jaman batu *lebay mode on.

Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa di internet itu bersileweren seluruh bahasa manusia di dunia. Atau setidaknya bahasa manusia modern. Dan kita juga bersyukur ada bahasa internasional yakni Bahasa Inggris. Jadi, rasanya kurang afdhol jika kita hidup dengan akses internet minimal 1 x 24 jam namun kita tidak tahu atau tidak mengerti bagaimana menulis dalam bahasa Inggris. Karena sudah tentu orang menggunakan bahasa yang paling dimengerti atau bahasa internasional agar mereka bisa saling komunikasi lintas negara.

Apalagi bagi Anda yang berniat menguasai teknologi tentunya juga harus menguasai bahasa sehingga bisa menguasai dunia. Hohoho…. Oleh karena itu, saya berani mengambil kesimpulan (untuk diri saya pribadi) bahwa bahasa itu tetaplah sebagai bahasa yang diciptakan manusia sebagai alat komunikasi. Jadi, ketika bahasa yang disampaikan itu telah komunikatif dan dimengerti oleh lawan bicara yang menunjukkan respon sebagaimana yang kita harapkan dari bahasa yang kita gunakan maka itu berarti apa yang kita lakukan itu sudah tepat.

Agak naif memang. Namun, sekali lagi, bahasa tidak bertujuan untuk mempersulit manusia dalam berkomunikasi tapi sebaliknya, bahasa bertujuan untuk memudahkan kita berkomunikasi. Jadi, jangan takut untuk mencoba!

Silakan bergabung di http://writer.or.id/

Salam

Admin Indonesia Writers’ Club
Tulisan ini diambil dari catatan pribadi saya di facebook.

update: hari ini, Kamis (18 Maret 2011), sekitar pukul 9 malam saya ditelpon bule lagi. haha. aneh2 bae🙂