‘Up In The Air’ Menyindir Pilihan Pola Hidup

Judul  : Up In The Air
Sutradara  : Jason Reitman
Skenario : Jason Reitman dan Sheldon Turner, berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Walter Kirn
Cast : George Clooney, Vera Farmiga, Anna Kendrick, Jason Bateman
Genre  : Drama, Romance
Rating : 7,8 /10 di Internet Movie Database (IMDB)
Awards : Nominasi untuk 6 piala oscar, 53 nominasi penghargaan lain dan memenangkan 44 penghargaan.

Jason Reitman kembali menyajikan karyanya yang ‘pandai’ menangkap ‘fenomena’ yang terjadi di keseharian kehidupan banyak orang di masa sekarang. Sukses dengan film ‘Juno’ yang berhasil meraih penghargaan-penghargaan, Reitmen menyuguhkan kembali karyanya ‘Up In The Air’. Tak kalah dengan ‘Juno’, Up In The Air meraih banyak penghargaan termasuk pula masuk dalam banyak nominasi piala Oscar 2010 dan nominasi di banyak penghargaan film lainnya. Total Up In The Air masuk ke dalam 6 nominasi piala Oscar, 53 nominasi lain dan memenangkan sebanyak 44 penghargaan sepanjang akhir 2009 dan awal 2010 ini. Nominasi terbanyak adalah nominasi screenplay terbaik disamping nominasi-nominasi lain termasuk aktris dan aktor terbaik.

Agaknya Reitman memegang konsep film yang baik adalah film yang mampu fenomena saat ini, menyindir sekaligus (jika ada) turut akan memberikan solusi. Kalau pun tanggapan itu tidak benar, paling tidak untuk dua film ‘Juno’ dan ‘Up In The Air’ agaknya itulah yang menjadi garis besarnya. Pada Juno, Reitman menyuguhkan fenomena semakin tingginya remaja-remaja yang hamil di luar nikah dan aborsi. Sekaligus pula tanggapan umum tentang fenomena yang sudah semakin tak dianggap luar biasa lagi itu.


Pada Up In The Air agaknya kematangan dan pola hidup tak ingin terikatlah yang ingin disampaikan. Toh, bukankah gaya hidup seperti ini semakin banyak menjadi pilihan. Kalaupun impian itu dirasa tak mungkin tercapai, tapi tetap saja semakin banyak orang yang mengidam-idamkannya. Fenomena ini disindir dengan cara yang ringan, halus, terkadang dengan bungkusan sedikit komedi. Namun, jika diikuti hingga akhir cerita, penonton baru akan merasakan sesungguhnya Up In The Air telah menyatakan sindiran yang tajam, langsung menusuk pada poin utama yang ingin disampikan dari keseluruhan cerita.

Keengganan terikat dengan hal-hal yang bersifat ‘kewajiban usia matang’ seperti menikah, membina rumah tangga yang otomatis akan memberikan tambahan beban pikiran dan masalah itu diwakilkan oleh karakter Ryan Brimingham yang diperankan oleh George Clooney. Ryan bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa untuk menggantikan tugas para bos-bos yang ingin memecat karyawannya. Alhasil, Ryan harus terbang ke sana kemari selama 270 hari dalam setahun. Ryan menikmati profesinya itu. Baginya aktivitas berpergian, turun naik pesawat dan duduk di kabin VVIP, Keluar masuk hotel berbintang dan berpindah-pindah dari negara-negara hanya dalam hitungan hari itu membuatnya merasa bahagia.

Sebaliknya, tentu saja Ryan membenci masa-masa ia harus berkumpul dengan keluarga besarnya. Ia seringkali menghindari pertemuan keluarga dan merasa tersiksa saat ia harus sendirian di rumah atau di hotel dalam jangka waktu lama. Karakter dengan pola pikir ini, semakin dikuatkan lagi dengan Ryan yang juga menjadi motivator yang menanamkan paham, ‘semakin sedikit beban dan tanggungan Anda semakin bahagialah Anda dalam menjalani hidup.

Ryan merasa hidupnya telah sempurna dan mencintai kegiatan terbang ke banyak tempat dan meyakini itulah hidupnya. “Untuk mengenal saya, Anda harus terbang bersama saya. Karena di udaralah tempat saya tinggal,” begitulah Ryan bertutur di salah satu adegan.  Ryan merasa hidupnya semakin lengkap saat ia bertemu dengan Alex ( Vera Farmiga) seorang wanita yang juga menghabiskan waktu dengan pekerjaan yang mengharuskan ia sering melakukan pekerjaan. Singkat cerita keduanya menjalin hubungan khusus dengan pola aneh dengan mengatur janji bertemu dengan menjadwalkan

Semakin lama hubungannya dengan Alex dan kehadiran Natalie yang diperankan oleh Anna Kendrick membuat  hidup ‘sempurna’ Ryan mulai goyang. Karakter Anna yang digambarkan sebagai perempuan muda rekan seprofesi Ryan yang memiliki semangat menggebu-gebu untuk mengubah dunia namun juga naif nyaris membuat Ryan kehilangan aktivitas penerbangannya yang menyenangkan itu. Tak disangka pula, kehadiran dua orang itu pula yang kemudian membuat Ryan berpikir ulang tentang pola hidup dan kebahagian hidupnya.