Demam Facebook : Jodoh Melayang, Harta Pun Hilang

Pemalsuan jati diri juga mudah dilakukan di situs pertemanan. Jadi, pelaku bertindak seakan-akan dialah korban dan menyebarkan data pribadi korbannya atau lazim disebut impersonation.

Peristiwa tidak mengenakkan ini ternyata pernah terjadi kepada salah satu mahasiswa Donny, sebut saja namanya Rima. Awalnya, “Dia mengadu ke saya, sering ditelepon nomor tidak dikenal. Bahkan di tengah malam,” kisah Donny. Pria yang aktif menulis di portal berita Detik.com ini, kemudian bergerak cepat menyelidiki pangkal persoalan. Ternyata, data pribadi sang mahasiswa dikopi dari akun FB-nya dan dijadikan blog. Foto-foto di FB juga diambil, lalu dengan menggunakan situs penyimpan foto gratis, dengan mudahnya pelaku mem-posting ulang di blog tadi.

Bukan hanya menyebarkan data dan foto-foto pribadi, pelaku juga menjelek-jelekkan citra korban alias black campaign. “Isinya cenderung melecehkan martabatnya sebagai perempuan,” tutur Donny. Situasi bertambah buruk karena pencantuman nomor telepon pribadi Rima yang diambil dari fitur phonebook di FB. Jelaslah kini, dari mana asal semua telepon-telepon asing itu datang menghampiri mahasiswanya. Alhasil, Rima mau tak mau harus menjelaskan duduk persoalannya ke setiap nomor yang meneleponnya.

Melihat kasus Rima, Donny menyarankan, “Sebenarnya, tidak apa-apa menyebarkan nomor telepon di internet. Semua tergantung kita siapa, apa alasan, dan tujuannya.” Lantas, apa yang bisa dilakukan seandainya kejadian ini terjadi pada Anda? “Menghubungi langsung pengelola situs blog dan FB dengan mengirimkan bukti identitas diri seperti KTP yang di-scan.” Beruntung bagi Rima, situs blog yang dipakai untuk mencemarkan nama baiknya memiliki flag blog alias fasilitas untuk melaporkan jika ada muatan blog yang merugikan.

Palsu Sekaligus Mengganggu
Meskipun tak separah dua kasus sebelumnya, Monik Hapsari juga mengalami kejadian buruk gara-gara tangan usil di FB. Tanpa peringatan apa pun, tiba-tiba Monik (panggilan akrabnya) diserbu teman-temannya yang mempertanyakan akun Facebooknya, “Selama ini, saya selalu menolak membuat account FB karena memang tidak tertarik. Jadi waktu ada akun itu, semua pada nanya,” jelas pengarah gaya di majalah remaja ini.

Lantas, dari mana asalnya akun Facebook dengan nama dan fotonya itu? “Saya juga enggak tahu. Tiba-tiba ada dan orang ini mengisi dengan lengkap semua data pribadi saya. Terus, kalau ada foto yang ada wajah saya, langsung di-tag oleh pembuat akun itu, plus dikomentari,” papar Monik. Si pembuat rupanya memang iseng, Monik sampai dibuatkan fitur Fans Club dan membuatnya diolok teman-temannya.

Kendati awalnya Monik tak pedul, lama-lama ia merasa terganggu juga. “Kayaknya, teman sekolah atau kuliah banyak yang meng-add dan mereka sering SMS atau nulis di wall, bilang aku sombong karena tidak pernah balas sapaan mereka di FB,” keluh lulusan Desain Kria, ITB ini.

Sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2009/03/03/12555520/gara-gara.facebook.jodoh.melayang.harta.pun.hilang.2