UBUNTU 8.10 INTERPID AMD64 DI ASPIRE 4530

Ubuntu Aspire 4530Alhamdulillah, akhirnya sukses juga instalasi + modifikasi + belajar + kostumisasi UBUNTU 8.10 di laptop kesayangan. Bagi saya, Ubuntu termasuk barang baru. Ubuntu ini di perkenalkan oleh teman saya pada suatu kesempatan, dikos-kosannnya. Karena Processor laptop kami sama (seri beda), maka saya tertarik untuk menggunakannya.

Laptop yang saya miliki adalah Acer Aspire 4530, dengan processor AMD Turion X2 64, VGA yang digunakan adalah Nvidia GeForce 9100M G.

Sebagai seorang pemula dalam dunia per-Linux-an (hehehe), tidak gampang bagi saya untuk beradaptasi dengan LINUX ini. Banyak masalah yang dihadapi di saat memulai instalasi, modifikasi dan instalasi software. Jika di windows kita terbiasa menginstall dengan klik sana klik sini, maka di Ubuntu sangat berbeda. Instalasi digunakan dengan kode-kode tertentu yang sangat tidak biasa bagi para pengguna Windows. Selain itu, untuk bisa meng-upgrade software dan sistem operasi Linux ini saya harus keluyuran. Karena Upgrade di lakukan pada saat kita online atau terkoneksi ke internet.

Dalam masa belajar, terjadi 4 kali install ulang linux yang saya lakukan. 1 diantaranya saya menggunakan UBUNTU 8.04.

Berikut ulasan mengenai Ubuntu yang pernah saya lakukan. (Sebagai seorang yang bener-bener pemula)

  1. Instalasi Ubuntu interpid 8.10 pertama kali saya lakukan sekitar bulan Januari 2009. CD Master UBUNTU INTERPID AMD64 saya dapat dari temen saya, ketika berada di kos-kosannya. Karena Jenis Prosessor sama, saya langsung mengopy master UBUNTU tersebut. Rencananya instalasi yang dilkukan tidak menggangu Windows XP SP 2 yang telah terpasang di Laptop saya.
  2. Di tempat yang sama saya lakukan partisi Harddisk menjadi partisi Linux. 8 GB untuk jenis partisi EXT3 dan 2 GB saya gunakan sebagai SWAP. Sebenarnya saya masih belum paham dengan fungsi “SWAP” ini. Setelah mencari informasi, ternyata swap digunakan sebagai memori tambahan (kayak gitu deh), dan alokasi harddisk untuk SWAP bisa hanya 500 MB.
  3. Selanjutnya instalasi saya lakukan di rumah, sebelumnya saya bingung dengan teknik seleksi harddisk yang akan digunakan sebagai tempat bercokol UBUNTU itu. Instalasi tidak saya lanjutkan, karena khawatir kalo nanti harddisk di laptop saya terformat, dan semua data saya hilang.
  4. Akhirnya instalasi sukses berkat bantuan saudara laki-laki saya. Langkah yang digunakan dalam memilih partisi terdapat pada pilihan “Manual”. Pada Opsi manual kita bisa memilih partisi yang akan kita gunakan. Pada mode manual ini akan terlihat semua partisi yang kita miliki, tapi partisi tidak dijelaskan menurut Huruf (seperti Windows), tetapi dalam tulisan “dev”. Partisi yang digunakan adalah Partisi Linux 8 GB yang telah di bikin tadi. Setelah partisi dipilih, maka klik bagian edit pada box bawah partisi. Lalu muncul halaman editor format partisi linux tersebut. Maka saya aktifkan pilihan partisi  ini dan di lanjutkan dengan menginputkan tanda “/” pada opsi path (bukan path/ saya lupa) hehehehehe peace.
  5. Setelah melakukan beberapa langkah, akhirnya Ubuntu 8.10 terinstall di komputer saya.
  6. Masalah baru timbul setelah Sistem Operasi Ubuntu bisa dijalankan. Sangat membosankan! Ternyata VGA laptop ini belum terintegrasi dengan Ubuntu 8.10. Slow Motion pun terjadi di laptop. Setelah bertanya ke mbah gugel, saya mendapatkan beberapa artikel yang bisa membantu. Setelah dipraktikkan (karena awam), ternyata VGA tidak kunjung sukses instalasinya. Hunting driver saya lakukan selama 3 hari berturut-turut, dan hasil yang di dapat NIHIL..
  7. Akhirnya saya bosan dan meninggalkan aktifitas di Ubuntu itu. Hingga tanggal 23 Februari 2009, Instalasi VGA 4530 sukses dengan tidak sengaja. Pada saat itu saya sedang online di sekolah tempat saya PPL. Dan seorang temen PPL (Teman yang memberi kopian UBUNTU)  menyarankan agar saya melakukan Update Online di sekolah tersebut. Update itulah yang membawa saya ke jalan mempelajari Linux (Ubuntu) itu. Akhirnya pergerakan mouse di laptop tidak lagi slow motion, dan semua jendela dibuka dengan gerakan yang simultan, tidak terpatah-patah lagi. Update saya lakukan dengan mengikuti langkah berikut.
  8. Klik System > Administration > Hardware Drives. Seri driver VGA yang digunakan adalah Nvidia Accelerated Graphics Driver Versi 177. Klik seri > klik Aktif. Terjadilah Automatic searching dan automatic install di Ubuntu saya.

  9. Setelah VGA berjalan dengan lancar, saya lanjutkan dengan meng-update keseluruhan Sistem Operasi ubuntu (Online). Update di lakukan di dua tempat. Pertama saya lakukan di Sekolah SMKN 9 Padang, dan kedua saya lakukan di kampus UNP tercinta. Akhirnya sekitar 258 data Update barhasil terinstall. Langkah yang saya lakukan dalam meng-update  tersebut adalah : System > Administration > Update manager. Akan muncul halaman Update, langkah awal yang saya lakukan adalah mengklik “check”. Setelah semua proses pengecekan selesai, maka dilanjutkan dengan mengklik tombol “Install Update”. Tahap ini memang lumayan lama, tapi karena BW UNP cukup besar, maka kaga perlu berlama-lama lagi deh..
  10. Tahapan selanjutnya adalah mengacak-acak sistem Operasi Ubuntu. Acak sana-acak sini. Sehingga akhir acak-acakan ini bener-bener acak. Ubuntu Nge- HANK, trus saat di restart, kaga bisa masuk Lagi. Banyak kode kode yang keluar, kode-kode yang bikin panik.. maklum pemula, saya pencet aja semua yang saya ketahui, dan akhirnya Ubuntu di Laptop saya semakin gawat aja. Pernah keluar suara Politeknik eh Poliponik sesaat setelah tombol power di tekan. Dan salah satu solusinya memang menekan tombol itu lagi, ampe mati.
  11. Hmmm, memang sial. Membosankan dengan situasi itu, akhirnya saya install ulang lagi. Semua yang telah di update harus diulang lagi dengan pasrah. Ngampus lagi….
  12. 1…hari 2….hari, treteeeeeng. Install Ulang Ubuntu + Update data Sistem Operasi berakhir dengan Sukses. Aktifitas acak sana + acak sini yang biasa jadi kebiasaan harus dikurangi intensitasnya (hehehehe masih dilakuin kok om). Saat kerusakan awal Ubuntu, saya mengacak kode opsi pilihan Sistem operasi saat laptop di hidupkan. Dengan menganti beberapa kode yang di awali dengan “sudo-sudo”, akhirnya Ubuntu itu Naas, dan harus di install ulang. Belajar dari pengalaman, saya tidak mendekati perintah itu lagi (untuk sementara).
  13. Bagian lain yang membuat saya tertarik adalah ” Synaptic Package Manager” (dapat di temui di System > Administration > Synaptic Package Manager). Saya mengenal ini dari beberapa artikel di internet. Namun artikel-artikel tersebut tidak terlalu saya pedomani. Saat online di kampus, saya mulai melakukan instalasi beberapa opsi yang terdapat di Synaptic Package Manager. Semua Opsi itu belum saya ketahui fungsi dan tujuannya. Pada saat itu saya melakukan random sampling application ( hehehe kayak penelitian aja) alias menginstall aplikasi secara sembarangan. Setalah capek menginstall-install, muncul perintah untuk melakukan “Restart” Ubuntu. Restart pun dilakukan. Klik “isaninside” Klik restart, dan tahap awal restart berjalan dengan sukses.
  14. Seperti yang saya bilang, Tahap awal restart berjalan dengan Sukses, namun Tahap akhirnya = tadi. Ubuntunya ngambek dan ga mau masuk. Muncul kode-kode panik lagi. MMMMMMM Sial lagi.. Dengan segenap daya dan usaha, semua cara saya lakukan. tapi kaga sukses-sukses juga, malahan suara-suara poliponik lebih sering muncul. Hmmm install ulang 3rd Begin……
  15. Setalah 2 kali gagal, saya mulai mencoba susuatu yang baru. Sebelumnya saya pernah Downloads Ubuntu Versi 8.04 di Laptop saya. Nah Saya akan bereksperimen dengan Ubuntu 8.04 ini. CD Ubuntu 8.04 AMD64 dibikin, dan install ulang dimulai. 1.2.3.4.5.6.7.8.9.10 Sukses, Ubuntu 8.04 sudah berjalan di laptop saya. Aktifitas acak sana-acak sini di mulai. Beberapa poin penting yang dicatat pada Ubuntu 8.04 ini adalah: 1. VGA Card sudah disupport tapi harus di Upgrde, karena resolusi masih 800 x 600. 2. Tampilan hampir sama dengan 8.10, tapi wallpaper berbeda. 3. Wifi tidak terdeteksi! Sial😦. 3. etc
  16. Bagaimana mungkin bisa mengupdate data? Sebelumnya saya sangat bergantung kepada konektifitas WIFI. Karena cuma ini fasilitas yang mampu menghubungkan Ubuntu itu dengan internet. Maklum pemula, saya belum bisa menyeting koneksi melalui kabel LAN. Akhirnya saya searching cara install driver Wifi di komputer rumah. Terdapat beberapa artikel yang menjelaskan cara instalasi driver Wifi. Driver yang digunakan adalah driver Windows. Namun usaha saya sia-sia, alasannya sangat simpel, yaitu karena ada kode sudo-sudonya. Saya belum paham dengan yang begituan. Capek mencari, akhirnya saya tutup dengan INSTALL ULANG!!!!! ARGHHHHHHH
  17. Ehm ehm..1 Maret 2009 Install ulang dimulai, Sistem Operasi yang digunakan Ubuntu 8.10. Install Ulang + Update selesai dilakukan. Langkah selanjutnya adalah membaca artikel tentang Ubuntu. Selain itu saya juga mengunjungi forum-forum diskusi tentang Ubuntu. (trauma hebat! :-)). Setelah membaca artikel + forum, saya melist beberapa sofware penting yang harus di install. Hebatnya, semua software tersebut di install melalui Synaptic Package Manager yang pernah saya acak. Selain itu saya juga menginstall software melalui Add/Remove. Pilihan ini di akses melalui : Application > Add/Remove. Software-software yang saya pilih adalah :
  18. l  Compiz —> Visual Effect Ubuntu
    l  Amarok + Codec Gstreamer fffmpeg bla bla —> Music Player
    l  AWN —-> Seperti Object Dock di Windows
    l  Axel —>Downloads Accelerator
    l  Beberapa Tema
    l  Icon
    l  Cairo Clock
    l  Sreenlets
    l  etc.

  19. Dari semua aplikasi tersebut, compiz merupakan aplikasi Visual Effect yang paling menarik. Banyak setingan yang membuat tampilan Ubuntu tidak biasa, efek-efek spektakuler dapat dijalankan, dan tidak seberat efek yang ada di windows. Setingan Compiz akan menjadi berbahaya jika tidak berhati-hati. Dari hasil acak-acak yang saya lakukan terdapat beberapa opsi yang dapat membuat pointer mouse tidak bekerja dengan baik. Seperti Double Klik yang tidak berjalan. Selain itu, jika penyetingan dilakukan terlalu gesit dan cepat, maka akan membuat Ubuntu HANK.
  20. Seharian mengutak-atik compiz, akhirnya tampilan Ubuntu + Visual Effect sesuai dengan yang saya inginkan.

Setelah selesai melakukan aktifitas di ubuntu, saya melanjutkannya dengan menulis di OpenOffice.org Writer. Dan hasilnya adalah tulisan yang anda baca ini. Well banyak manfaat yang dapat diambil dari semua yang telah kita lakukan, jangan pantang menyerah dan jadikan itu sebagai sarana belajar. So tuliskan apa yang pernah kita lakukan.. semoga bermanfaat, Lets Share! Isaninside2009.