alamku memesona “jalan2 yuk”

untitled-21

Menikmati Eksotiknya Puncak Singgalang

Merayakan awal tahun dengan kembang api atau di puncak gunung Merapi mungkin sudah menjadi hal yang lumrah. Biasanya para Pecinta Alam cenderung menuju puncak gunung Merapi di tahun baru, 17 Agustus, dan hari-hari mendaki lainnya. Namun, tak banyak yang mau menuju gunung satu ini, yaitu Singgalang. Kalaupun ada, itu pun tak seantusias peminat Gunung Merapi. Hal ini lantaran gunung Singgalang tidak setinggi gunung Merapi.

Jika dapat mencapai puncak gunung Singgalang akan menjadi kemenangan tersendiri bagi para Pecinta Alam. Kenapa tidak, hamparan Telaga Dewi nan memesona akan menyambut dan menemani selama pendaki berada di puncak terindah ini.

Untuk mencapai puncak nan eksotik ini, perjalanan akan diawali dengan mengambil jalan dari daerah Koto Baru Padang Singkek. Pecinta Alam bisa menuju daerah ini dengan menggunakan kendaraan sampai ke pemancar stasiun TV RCTI. Setelah itu menempuh perjalanan ± 1 jam, lepas perjalanan ini Pecinta Alam akan langsung dihadang oleh hutan pimping-tumbuhan yang tinggi dan saling menyilang. Tak hayal, untuk menembusnya, Pecinta Alam harus melewatinya dengan cara menunduk sampai ke sebuah mata air yang sangat jernih. Di sinilah Pecinta Alam dapat sejenak melepas lelah dan penat dengan menyegarkan diri menggunakan mata air yang begitu sejuk.

Ketika perjalanan dilanjutkan, kita tak perlu susah-susah menggunakan kompas atau guide karena kabel toer dari puncak Singgalang akan senantiasa mengulurkan tangan untuk Pecinta Alam. Lepas dari mata air 1 kita akan bertemu lagi dengan kejernihan mata air 2 sampai mencapai cadas. Lepas dari cadas Pecinta Alam akan disambut dengan hutan lumut. Di sini tak diperkenankan sang mulut mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar. Sang lumut akan sangat marah olehnya. Setelah hadangan hutan lumut inilah Pecinta Alam akan sampai pada puncak kemenangan. Telaga Dewi nan eksotik menyambut dengan hamparannya nan membiru. Tenang dan penuh kesejukan. Tak tertandingkan sebagai pengantar menuju tahun baru.

Di sekeliling Telaga Dewi, pecinta alam dapat mendirikan tenda untuk bermalam. Tak perlu susah-susah mencari air untuk sekedar pelepas dahaga, air nan jernih itu dapat langsung dimanfaatkan. Selain untuk memasak, air itu juga boleh dimanfaatkan untuk mandi. Selain air nan jernih, Telaga Dewi kaya akan ikan lagi besar-besar. Namun tak satu pun diperkenankan menikmati ikan yang besar itu. Ia salah satu pantangan yang tak boleh dilanggar.

Pepohonan nan tinggi dan besar semakin memperindah dan melengkapi keagungan ciptaan Khalik ini. Banyak rupa yang tercipta dari pepohonan itu, kadangkala bak dinosaurus, bak orang sedang salat, adapula berbentuk ular. Pepohonan itu pun semakin menciptakan kesejukan di puncak eksotik ini. Udara antara satu pohon dengan pohon lainnya terasa berbeda. Jika dengan niat ingin menikmati keagungan Allah menuju puncak ini tidak akan terjadi apa-apa. Namun, ketika timbul niat buruk atau berkata kotor tak dapat dipastikan akan dapat pulang dengan mudah karena perjalanan akan ditutupi oleh awan putih. Tapi, itulah tantangan. Jika pun terjadi hal yang demikian, Pecinta Alam mestilah duduk diam, karena jika terus berjalan bisa tersesat dan hilang.

Terlepas dari itu, tetap tak merugi jika mampu mencapai puncak ini walau tak setinggi tetangganya sang Merapi.***

PANDANGAN

Terpulang pada Niat

Jika melakukan perjalanan menuju puncak gunung, begitu banyak pantangan yang musti diperhatikan. Namun karena hal ini seringkali diabaikan, menyebabkan banyak orang hilang di saat melakukan pendakian. Hal inilah yang menimbulkan banyak ketakutan ketika para Pecinta Alam akan menuju gunung Singgalang.

Jika ditilik lagi, ketika akan mengunjungi sebuah tempat atau rumah tentunya kita akan meminta izin pada tuan rumah. Dengan mengucapkan salam. Kemudian sang tamu juga harus berperangai elok ketika bertamu di tempat tersebut. Hal inilah yang hendaknya menjadi bahan pertinbangan ketika para Pecinta Alam melakukan perjalanan pada sebuah tempat terutama puncak gunung. Jika niat dapat diluruskan, kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan itu akan sangat kecil bahkan tidak ada. Namun, ketika kita berkunjung ke suatu tempat dan melakukan keonaran di tempat itu terang saja sang tuan rumah akan marah. Nah, permasalahan itu sama dengan hilangnya orang ketika melakukan perjalanan. Jika niat orang yang hendak berkunjung itu baik maka ia akan mendapat jamuan yang baik pula. Sebaliknya, jika telah salah niat tak heran jika yang buruk dapat terjadi padanya.

TIPS ALAKADAR

Mendaki ke Puncak Singgalang

Untuk menyambut tahun baru atau melakukan pendakian ke Gunung Singgalang, maka hal yang perlu kita lakukan adalah:

· Jangan lupa membawa perlengakapan seperti parang, kaus kaki yang panjang, sepatu, dan perlengkapan kemping lainnya. Usahakan barang bawaan tidak terlalu berat agar mudah saat melalui hutan pimping.

· Luruskan niat saat melakukan perjalanan dan jangan takabur.

· Ketika mengambil edelwis dan tanaman lainnya, ambillah sekedarnya.

· Jika terlupa dan salah bicara maka langsung saja duduk diam, jangan berjalan karena akan tersesat lantaran perjalanan ditutupi oleh awan.

· Pada hari-hari tertentu, akan terdengar suara-suara seperti suara adzan, bunyi orang salat berjamaah, acara gambus, dll. Jika terdengar bunyi-bunyi itu maka jangan sekali-kali berniat untuk melihatnya, cukup didengar saja. Pamali.

· Bawalah kamera dan handycam untuk mengabadikan keelokan pesona telaga Dewi dan hamparan alam Kabupaten Agam dan sekelilingnya yang indah

· Jika Anda pergi berpasangan, maka perbaikilah niat Anda. jangan melakukan hal-hal kotor karena akan mendatangkan malapetaka pada diri Anda.

· Jangan sekali-kali berkata kotor.

· Pergunakan air Telaga Dewi untuk memasak dan mandi dan jangan sekali-kali menangkap ikan yang ada di Telaga. Selamat mencoba!