Aksi Solidaritas Palestina Lewat Mural

Minggu, 11/01/2009 20:53 WIB

muralpanjangPADANG-Berbagai aksi dilakukan untuk menunjukan kepedulian kepada Palestina terhadap serangan Israel hngga hari ini. Begitu juga dengan Padang Street Art Crew (PASAC), mereka menunjukan kepedulian melalui mural.

PASAC yang beranggotakan sepuluh orang ini membuat mural di dinding pada gang Fakultas Ekstensi Ekonomi Unand di Jati atau di depan SMK 6 Padang, hari Minggu (11/1). Mereka mulai melakukan aksi dari pukul 14.00-18.00 WIB.

“Ini salah satu cara yang kami pilih untuk menyuarakan suara hati rakyat Palestina yang sekarang menderita. Mural adalah salah satu media yang efektif bagi kami dalam menyampaikan aspirasi,” ujar salah seorang kru PASAC, Sapro yang kuliah di Jurusan Seni Rupa UNP.

Mural adalah cara menggambar atau melukis diatas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Orang yang mencat ini atau lebih dikenal dengan ‘boomber’ biasanya menggunakan cat minyak untuk block dan cat semprot untuk gambar, huruf atau grafiti.

Mereka memilih media yang panjangnya sekitar 20 meter dengan memakai block atau cat dasar warna abu-abu. Kemudian di bawahnya ada gambar rumah-rumah di Palestina serta mesjid yang digambar dengan warna abu-abu yang lebih terang.

Rumah serta mesjid tersebut dibatasi dengan cat bewarna kuning. Di atasnya terdapat cahaya atau pecahan rudal dari gambar tanki yang membawa bendera Israel plus jejak-jejak kaki di bendera tersebut. Ada perlawanan di sana yang ingin mereka sampaikan. Bahkan mereka juga mengutuk dan menganggap bahwa perang tersebut adalah ulah Presiden Amerika Bush.dsc_3577

Kemudian mereka juga membuat sablon badan, sehingga tercipta gambar tubuh dengan berbagai aksi. Di sekitar gambar tubuh tersebut dibubuhi berbagai tulisan berupa kecaman mereka terhadap Israel. Bahkan juga ada yang menghina menggunakan kata kotor sebagai penggambaran terhadap aksi Israel itu.

“Doa kami semua untuk Palestina. Jeritan Palestina adalah jeritan kita semua” itu yang tertulis di dinding tersebut. Mereka anggota PASAC yang terdiri dari Sapro (19), Pino (17), Wanda (18), Ucup (21), Prima (17), Lenggo (16), Yudi (19), Andi (14), Lufi (14), dan Robi (15).

Mereka semua masih muda, tapi cara mereka untuk mendukung Palestina, patut diapresiasi. “Melalui kegiatan ini kami juga ingin menunjukan bahwa tidak selama aksi coretan di dinding itu bersifat buruk. Asal bisa diarahkan dan di fasilitasi, semuanya akan memberikan kontribusi yang positif,” ujar Pino yang juga bekerja di cutting stiker.

Pino dan kru (sebutan untuk Boomber) lainnya juga mengatakan bahwa mereka pernah mengajukan permohonan ke Dinas Pertamanan Kota Padang untuk membuat mural di kolong jembatan Siti Nurbaya. Itu, kata Pino, disetujui namun terkendala di anggota kami.

“Mungkin nanti akan dicoba lagi. Karena untuk cari lahan itu memang susah. Kalau di sini masyarakat telah tahu dan mendukung kami,” katanya.

Di samping anggota PASAC juga ada beberapa boomber lagi yang membuat grafiti di dinding sepanjang sekitar 200 meter itu. Ada sekitar 30 orang yang mencoba keahlian yang mereka miliki. Berbagai pesan juga mereka sampaikan. Ada juga yang mengkritik perang, ada yang membuat logonya masing-masing, dan ada pula yang membuat grafiti sebagai pesan untuk kekasihnya.

dsc_35992


dsc_36161

dsc_3582

dsc_3579

dsc_3587

dsc_3589













———————————————————————————————–

Gambar: PASAC

Sumber: padangmedia.com – (romi)