mahasiswa dan sinetron

sinetron1Sinema elektronik atau sinetron adalah satu di antara budaya tontonan masyarakat indonesia.masyarakat dimanjakan dengan berbagai jenis sinetron di hampir seluruh sajian stasiun televisi. namun pada intinya apa yang ditayangkan bila diukur antara manfaat dan mudarat, mungkin mudarat lah yang paling banyak dampaknya.

sinetron tidak lebih dari tayangan yang nonkreativitas. satu sama lain tetap serupa dari segi tema: ketidakadilan terhadap yang benar atau penindasan untuk yang baik.tema sineteron itu tersajikan secara serempak. dan tampaknya masyarkat tidak menyadari akan hal itu, jika diperhatikan masih gemarnya mereka menfokuskan tontonannya pada sinetron.

hal ini disebabkan televisi itu sendiri yang hanya menyajikan sinetron. sehingga masyarakat dipaksakan hanya untuk menontonnya. sebagai akibatnya, masyarakat ini hanya akan menambah kemandekan dari segi pengetahuan dan kerugian waktu tanpa memperoleh apa-apa. karena jika ditilik, seujmlah sinetron dapat ditebak akhir cerita yakni “pada akhirnya mereka hidup berdampingan dan bahagia selama-lamanya”.

mungkin terlalu sulit agaknya melarang masayarakat kita untuk tidak menonton sinetron. kegemaran mereka itu ibarat sebuah penjara, jika sudah masuk maka akan sulit untuk keluar. untuk itu kita yang sebagai mahasiswa mempunyai peran penting menyikapi persoalan budaya tontonan sinetron ini.

mahasiswa yang notabene adalah calon bagian dari masyarakat umum apabila sudah berkeluarga bisa menghindarinya. kita bisa mendidik keluarga dengan lebih mengarahkan mereka pada tontonan yang lebih bermanfaat. setidaknya peranan kita nantinya bisa menjadi pemutus mata rantai untuk anak-anak atau generasi masyarakat kita ke depannya yang tidak suka menonton sinetron.

mengapa mahasiswa, karena beranjak dari keyakinan bahwa kalangan ini adalah kaum intelektual yang kritis yang didengung-dengungkan sebagai agen perubahan. jika pun ada mahasiswa yang menyukai sinetron, jumlahnya mungkin tidak seberapa bila dibandingkan total keseluruhan mahasiswa Indonesia yang apatis terhadap tayangan tersebut.