Hijriyah = Hijrah

Terkadang aku ingin berpindah dari satu masa ke masa yang lain. Dari satu tempat ke tempat yang lain. Tapi, di sini aku merasa bahwa aku tidak akan kemana-mana.

Aku ingin pulang, kataku kepada teman di sebelahku yang kebetulan sedang menyeruput kopi di cangkir hangatnya. Namun dia hanya nyengir dan aku tahu bahwa ia tidak ingin peduli.

Hufh. Lelah. Aku ingin berangkat sekarang juga, kataku lagi kepadanya. Terdengar suaraku yang agak keras, ia menoleh sedikit dengan dahi yang menyeringit.

Ah kau sialan. Besok tahun baru, kita harus berpindah dari alam sekarang ini. Aku tidak ingin seperti ini saja. Aku ingin lebih baik. Aku ingin jadi manusia baru. Aku ingin telahir kembali. Cukuplah besar dan tak pernah tergantikan kecewaku, karena telah melewatkan kesempatan emas menyucikan diri di Ramadhan kemarin. Dan sekarang, adalah waktu perbaiki diri.

Kau ingin apa, tanyaku lagi. Ia tersenyum, dan kopi di cangkir ia mimun sampai habis. Lalu ia beralalu meninggalkanku. Tidak lama kemudian ia datang dengan menyodorkan dua lembar kertas karton putih.

“Satu untukmu dan satu lagi untukku. Kita sama-sama mengisinya dengan tanggal untuk satu tahun ke depan. OK!” dan aku, hanya bisa tersenyum lebar melihat lakunya. Dan kami memulai bersama, merencanakan hari esok, bulan nanti, dan tahun yang akan datang dengan lebih baik dan sempurna. Tentunya ada target di sana.

Bagaimana denganmu kawan. Berikut review dari sebuah perenungan tentang tahun baru 1430 Hijriyah.

***

Makna hijriyah tidak terbatas pada ”perpindahan” fisik dan tempat, tetapi lebih dari itu, pembangunan moralitas manusia beserta peradabannya.

Makna Kata hijrah dalam Al Quran setidaknya disebut sebanyak 24 kali dengan variasi makna dan perubahan morfemnya. Kata ”hajara” (pindah; tansformasi) terulang sebanyak sembilan kali dengan makna yang saling berkorelasi diantaranya rejeki yang luas, tempat yang baik, migrasi, transmigrasi atau meninggalkan, menarik diri, dan eksodus.

Di antara ayat Al Quran yang menerangkan makna hijrah dengan makna ”tempat yang baik” adalah seperti dalam QS An Nahl (16): 41: ”Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih basar, sekiranya mereka mengetahui.”

Dalam ayat tersebut terdapat kata dzulimu’ (jamak) dari masdar dzolama (zalim) yang berta’alluk (berkaitan) dengan kata linubawwi’annahum (dengan memberikan tempat) yang baik di dunia.

Dengan pengertian, bahwa berhijrah dalam konteks ini berkonotasi dengan makna transmigrasi atau bertebaran ke muka bumi (QS Al Jumah: 9-10) untuk mencari rezeki dan karunia Allah yang lain berupa kesehatan, kesempatan, pendidikan, dan keterampilan.

sumber dari sini

“AKU AKAN MELAKUKAN PERJALANAN ITU!!!”

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah