“SEJARAH MUNGKIN BERULANG”

copy-of-buku-n-penaSalah satu dosen ku bercerita tentang Negara maju yang mulai menjadi kiblat untuk kemajuan. Negara yang kini menjadi Negara besar, yaitu Amerika. Dalam ceritanya itu, dia selalu membandingkan Amerika dengan nama tenar Amrik dengan Negara kita, Indonesia.
Entah kenapa hari ini dosen ku itu bercerita Amrik melulu, bayangkan saja 3 SKS. Apa karena dia baru pulang dari Amrik, atau pernah kuliah di Amrik aku juga kurang tahu. Yang jelas aku melihat, Negara itu jauh lebih maju dibanding Negara kita.

Dalam cerita dosen ku, aku melihat mengapa beliau suka Amrik. Mungkin Karena mereka menghargai sejarah. Mereka tidak pernah melupakan sejarah, bukan saja sejarah dari ratusan tahun lalu, tapi kejadian yang baru-baru terjadi juga dijadikan sejarah. Disinilah terlihat kekecewaaan dosenku itu, saat beliau membandingkan dengan cara bangsa kita menghormati dan mengenang sejarah.

Ya, lagi-lagi dibandingkan dengan Amrik. Kata dosenku itu di Indonesia sejarah kurang diminati. Sejarah sering dilupakan bahkan nilai-nilai dari sejarah sudah hilang. Untuk mengenal pemimpin saja belum semuanya bisa mengenali. Jika tidak ada baliho dan poster lainya mungkin bangsa kita tidak mengenal siapa presiden, gubernur, walikota dan pemimpin lainnya yang menjabat pada periode itu. Dan sampai kapanpun rakyat tidak akan kenal dengan wajah pemimpinnya.

Kalau kita ingat lagi. Memang, sejarah itu penting untuk dikenang dan diabadikan. Kejadian pada masa lampau baik buruk ataupun baik dapat dijadikan pelajaran untuk melangkah ke depannya. Karena masa lalu akan mempengaruhi masa-masa setelah itu. Bahkan untuk kehidupan selanjutnya.

Untuk itu jangan berhenti untuk mencari tahu bagaimana sejarah kita. Karena di dalam sejarah akan terdapat makna-makna kehidupan yang sangat dalam. Jalan yang berliku di masa lalu bisa dirubah dengan mencari solusi di masa sekarang demi mencapai masa depan.

Semoga tiada terlintas untuk membenci sejarah. Karena mungkin saja sejarah akan terulang lagi dengan versi berbeda. Makanya jadikan sejarah sebagai pembelajaran bagi kehidupan sekarang. Apa yang dulunya menyebabkan kegagalan semoga tiada terulang lagi.