Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Romi Mardela 5:32 pm on January 19, 2016 Permalink | Balas  

    Coba-coba menulis lagi disini, semoga saja ada yang terpancing lagi😀

     
  • adriyant 11:48 am on June 22, 2013 Permalink | Balas
    Tags: , naik, pembohong   

    BBM DISUBSIDI ADALAH OMONG KOSONG 

    Percakapan antara Djadjang dan Mamad

    Oleh Kwik Kian Gie

    Pemerintah berencana tidak membolehkan kendaraan berpelat hitam membeli bensin premium, karena harga Rp. 4.500 per liter jauh di bawah harga pokok pengadaannya. Maka pemerintah rugi besar yang memberatkan APBN.

    Apakah benar begitu ? Kita ikuti percakapan antara Djadjang dan Mamad. Djadjang (Dj) seorang anak jalanan yang logikanya kuat dan banyak baca. Mamad (M) seorang Doktor yang pandai menghafal. Dj : Mad, apa benar sih pemerintah mengeluarkan uang tunai yang lebih besar dari harga jualnya untuk setiap liter bensin premium ? M : Benar, Presiden SBY pernah mengatakan bahwa semakin tinggi harga minyak mentah di pasar internasional, semakin besar uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengadakan bensin. Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip SBY yang berbunyi : “Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun. Kalau USD 160, gila lagi. Kita akan keluarkan (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM.” Dj : Jadi apa benar bahwa untuk mengadakan 1 liter bensin premium pemerintah mengeluarkan uang lebih dari Rp. 4.500 ? Kamu kan doktor Mad, tolong jelaskan perhitungannya bagaimana ? M : Gampang sekali, dengarkan baik-baik. Untuk mempermudah perhitungan buat kamu yang bukan orang sekolahan, kita anggap saja 1 USD = Rp. 10.000 dan harga minyak mentah USD 80 per barrel. Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin = USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter. Jadi agar minyak mentah dari perut bumi bisa dijual sebagai bensin premium per liternya dikeluarkan uang sebesar (USD 10 : 159) x Rp. 10.000 = Rp. 628,93 – kita bulatkan menjadi Rp. 630 per liter. Harga minyak mentah USD 80 per barrel. Kalau dijadikan satu liter dalam rupiah, hitungannya adalah : (80 x 10.000) : 159 = Rp. 5.031,45. Kita bulatkan menjadi Rp. 5.000. Maka jumlah seluruhnya kan Rp. 5.000 ditambah Rp. 630 = Rp. 5.630 ? Dijual Rp. 4.500. Jadi rugi sebesar Rp. 1.130 per liter (Rp. 5.630 – Rp. 4.500). Kerugian ini yang harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, dan dinamakan subsidi. Dj : Hitung-hitunganmu aku ngerti, karena pernah diajari ketika di SD dan diulang-ulang terus di SMP dan SMA. Tapi yang aku tak paham mengapa kau menghargai minyak mentah yang milik kita sendiri dengan harga minyak yang ditentukan oleh orang lain ? M : Lalu, harus dihargai dengan harga berapa ? Dj : Sekarang ini, minyak mentahnya kan sudah dihargai dengan harga jual dikurangi dengan harga pokok tunai ? Hitungannya Rp. 4.500 – Rp. 630 = Rp. 3.870 per liter ? Kenapa pemerintah dan kamu tidak terima ? Kenapa harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga yang Rp. 5.000 ? M : Kan tadi sudah dijelaskan bahwa harga minyak mentah di pasar dunia USD 80 per barrel. Kalau dijadikan rupiah dengan kurs 1 USD = Rp. 10.000 jatuhnya kan Rp. 5.000 (setelah dibulatkan ke bawah). Dj : Kenapa kok harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga di pasar dunia ? M : Karena undang-undangnya mengatakan demikian. Baca UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2. Bunyinya : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar.” Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX ? Jadi harga yang ditentukan di sanalah yang harus dipakai untuk harga minyak mentah dalam menghitung harga pokok. Dj : Paham Mad. Tapi itu akal-akalannya korporat asing yang ikut membuat Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut. Mengapa bangsa Idonesia yang mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang ditentukan oleh NYMEX ? Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya bertentangan dengan konstitusi kita. Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.” M : Kan sudah disikapi dengan sebuah Peraturan Pemerintah (PP) ? Dj : Memang, tapi PP-nya yang nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1) masih berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, keuali Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN”. Maka sampai sekarang istilah “subsidi” masih dipakai terus, karena yang diacu adalah harga yang ditentukan oleh NYMEX. M : Jadi kalau begitu kebijakan yang dinamakan “menghapus subsidi” itu bertentangan dengan UUD kita ? Dj : Betul. Apalagi masih saja dikatakan bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang dikeluarkan. Ini bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi menyesatkan. Uang tunai yang dikeluarkan untuk minyak mentah tidak ada, karena milik bangsa Indonesia yang terdapat di bawah perut bumi wilayah Republik Indonesia. Menurut saya jiwa UU no. 22/2001 memaksa bangsa Indonesia terbiasa membayar bensin dengan harga internasional. Kalau sudah begitu, perusahaan asing bisa buka pompa bensin dan dapat untung dari konsumen bensin Indonesia. Maka kita sudah mulai melihat Shell, Petronas, Chevron. M : Kembali pada harga, kalau tidak ditentukan oleh NYMEX apakah mesti gratis, sehingga yang harus diganti oleh konsumen hanya biaya-biaya tunainya saja yang Rp. 630 per liternya ? Dj : Tidak. Tidak pernah pemerintah memberlakukan itu dan penyusun pasal 33 UUD kita juga tidak pernah berpikir begitu. Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pemerintah menentukan harga atas dasar kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategisnya. Sikap dan kebijakan seperti ini yang dianggap sebagai perwujudan dari pasal 33 UUD 1945 yang antara lain berbunyi : ”Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” Dengan harga Rp. 2.700 untuk premium, harga minyak mentahnya kan tidak dihargai nol, tetapi Rp. 2.070 per liter (Rp. 2.700 – Rp. 630). Tapi pemerintah tidak terima. Harus disamakan dengan harga NYMEX yang ketika itu USD 60, atau sama dengan Rp. 600.000 per barrel-nya atau Rp. 3.774 (Rp. 600.000 : 159) per liternya. Maka ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 menjadi Rp. 4.404 yang lantas dibulatkan menjadi Rp. 4.500. Karena sekarang harga sudah naik lagi menjadi USD 80 per barrel pemerintah tidak terima lagi, karena maunya yang menentukan harga adalah NYMEX, bukan bangsa sendiri. Dalam benaknya, pemerintah maunya dinaikkan sampai ekivalen dengan harga minyak mentah USD 80 per barrel, sehingga harga bensin premium menjadi sekitar Rp. 5.660, yaitu: Harga minyak mentah : USD 80 x 10.000 = Rp. 800.000 per barrel. Per liternya Rp. 800.000 : 159 = Rp. 5.031, ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 = Rp. 5.660 Karena tidak berani, konsumen dipaksa membeli Pertamax yang komponen harga minyak mentahnya sudah sama dengan NYMEX. M : Kalau begitu pemerintah kan kelebihan uang tunai banyak sekali, dikurangi dengan yang harus dipakai untuk mengimpor, karena konsumsi sudah lebih besar dibandingkan dengan produksi. Dj : Memang, tapi rasanya toh masih kelebihan uang tunai yang tidak jelas ke mana perginya. Kaulah Mad yang harus meneliti supaya diangkat menjadi Profesor.

    sumber : http://infoindonesia.wordpress.com/2012/03/29/kwik-kian-gie-subsidi-bbm-itu-bohong

     
  • Romi Mardela 11:21 am on June 22, 2013 Permalink | Balas  

    Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta kepada 11.750 desa/kelurahan untuk mempercepat pembangunan permukiman.
    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menjelaskan dana tersebut diberikan juga dalam kaitannya dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.
    “Kami juga mendorong agar air bersih, sanitasi, dan irigasi bisa dibangun dengan lebih baik. Untuk pembangunan yang terkait dengan pengairan ini, pemerintah akan memberikan bantuan kepada 4.000 desa/kelurahan,” jelasnya Jumat (21/6/2013).
    Menurut Armida, bantuan yang disalurkan kepada desa/kelurahan ini masih dalam satu rangkaian dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). (Sumber : KOMPAS)
    Dengan biaya segitu seimbangkah dengan kenaikan BBM?? Sebaiknya Pemerintah Melihat Kembali seperti apa nantinya.

     
  • Ledian Lanis 2:22 pm on May 17, 2012 Permalink | Balas  

    Panggung Besar Bernama Jejaring Sosial 

    Panggung besar itu bernama jejaring sosial. Facebook dan Twitter adalah dua yang paling beken. Mau sebenar-benar artis atau bukan, semua pemilik akun jejaring sosial ini sudah seperti artis. Artis yang sekaligus menjadi penggemar artis lain. Bergantian mereka memberikan pertunjukkan, bergantian pula mereka menjadi penikmat pertunjukkan. Semuanya punya tujuan serupa : ingin diperhatikan. Semakin banyak perhatian yang didapat semakin senanglah mereka. Bukti diperhatikan apalagi kalau bukan banyaknya teman, pengikut dan komentar teman pada setiap pertunjukkan.  Ada yang menggelar pertunjukan curhat beriba-iba hati. Ada pertunjukkan pamer kekayaan, pamer kekasih. Pamer foto-foto seronok diri sendiri.

    Akhirnya ada pula yang sudah kecanduan perhatian. Mereka perlahan akan banyak lupa. Lupa bahwa foto-foto jenazah korban kecelakaan Sukhoi Super Jet 100 tak seharusnya dipertunjukan di panggung besar itu tanpa sensor, tanpa pemburaman. (More …)

     
    • NaLdi 11:34 pm on Juni 18, 2012 Permalink

      Waw…

    • Waldo 8:48 am on Februari 24, 2013 Permalink

      There would have been a changing of the guard.
      This show is much more edgy and busy, without crossing over inside
      radical crudeness of South Park. Banksy told Swindle which he had no promises to go public regarding
      his real identity because he had not been thinking about fame or fashion.

  • Ledian Lanis 9:51 pm on May 6, 2012 Permalink | Balas  

    Dirimu Adalah Apa Yang Kamu Pakai : Sebuah Pertarungan Sosial 

    Seorang perempuan muda turun dari taksi dengan menjinjing tas bermerk terkenal seharga jutaan rupiah. Sepatu hak tinggi 7 cm membuat ia berjalan lambat melenggak lenggok. Tak jauh darinya seorang remaja sibuk dengan telepon seluler canggih model terbaru, satu di tangan kanan, satu lagi di tangan kiri. Pemandangan seperti ini sungguh sudah menjadi pemandangan biasa. Pemandangan yang terjadi hampir di semua sudut kota di Indonesia. Sekilas terlihat seperti ciri-ciri penduduk negara yang sedang bergegas maju dengan penduduk yang memiliki kantong tebal dan mampu membeli apapun yang diinginkan.

    Di zaman seperti ini, istilah ‘Jangan Menilai Buku dari Sampulnya’ memang telah menjadi  istilah usang yang telah kehilangan makna. Istilah ‘Dirimu Adalah Apa Yang Kamu Pakai’  telah dipraktikkan dengan taat. (More …)

     
  • Ledian Lanis 9:43 pm on May 6, 2012 Permalink | Balas  

    The Raid : Parade Laga dan Ketakutan 

    Kiranya amat pantas kita (penikmat film sekaligus orang Indonesia) berbangga hati dengan keberadaan The Raid. Bukan karena sebatas film ini mengundang decak kagum internasional. Bukan pula semata karena film ini mampu menggugah minat banyak pengusaha film dunia untuk membuatnya melalang buana ke berbagai negara. Decak kagum dan ketertarikan internasional hanyalah bonus. The Raid patut diapresiasikan dengan kebanggaan karena membuat kita sadar bahwa potensi asli milik kita bisa menuai decak kagum dunia. Bahwa potensi asli milik kita mampu menghasilkan karya yang amat  berbobot.  Potensi asli milik kita itu apalagi kalau bukan laga, pencak silat. (More …)

     
  • Romi Mardela 4:47 pm on April 25, 2012 Permalink | Balas
    Tags: sekolah monyet, wirausaha muda, zainal abidin   

    Wirausaha Muda, sekarang saatnya!!! 

    Menjadi anak muda harus kreatif, tidak boleh merasa cepat nyaman. Karena sekarang adalah masa-masa untuk kita, generasi muda, selalu berbuat. Jadi teman, untuk posting perdana di tahun 2012 ini saya mempersembahkan artikel menarik tentang bagaimana menjadi pengusaha muda.

    Melalui postingan ini, saya akan berusaha untuk selalu mengarahkan blog ini sebagai ruang sekedar motivasi, atau penyamangat diri, serta hingga ke masalah teknis bagaimana untuk menjadi pengusaha. (More …)

     
  • Romi Mardela 3:54 am on March 26, 2011 Permalink | Balas
    Tags: Raji Arasu, wanita berpengaruh 2011   

    Wanita berpengaruh 2011 

    Raji Arasu, Wakil Presiden Technology for eBay, mendapat penghargaan sebagai wanita berpengaruh tahun 2011 versi Silicon Valley/San Jose Business Journal 2011 “Women of Influence list”. Saya mendapatkan info ini dari blog resmi eBay. Raji Arasu ibu dua anak ini telah bekerja untuk eBay selama 10 tahun. Angka tersebut sudah dianggap sebagai veteran jika kita bekerja di media online. Semoga para Pemudi di sini bisa terinspirasi karenanya🙂
    Berikut vidionya: (More …)

     
  • meiriza paramita 10:06 pm on March 21, 2011 Permalink | Balas
    Tags: Lirik Maher Zain, Maher Zain, Makna lirik   

    Assalamualaikum Sobat… 

    Assalamualaikum, Sobat. Long time no see… Huff… sebagai penghuni AMI yang suka iltim (ilang-ilang timbua), aku jadi kaga enak. Setelah berjungkir balik melihat dan merolling mancit (mouse) ke bawah, aku tersadar, bahwa, tak ada salahnya meramaikan blog orang-orang muda ini. (More …)

     
  • Romi Mardela 9:47 pm on March 18, 2011 Permalink | Balas
    Tags: , ,   

    Memulai menulis dalam Bahasa Inggris (Part II) 

    Bisa dikatakan, awal ketertarikan saya terhadap bahasa Inggris ini dimulai ketika saya menerjemahkan buku-buku berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Satu hal yang selalu saya yakini adalah, bahwa tiap kali saya menerjemahkan ataupun membaca kalimat dalam bahasa Inggris, setidaknya tiap itu pula saya mendapatkan kosa kata baru. Karena itu, jika ada tugas terjemahan ketika kuliah, saya juga senang membantu teman-teman lainnya untuk menerjemahkan tugas mereka. Apalagi ditambah dengan bayaran. Hehe.

    Hal lainnya yang membuat saya bertambah senang ketika menerjemahkan sebuah tugas atau tulisan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia adalah karena adanya google translet. Untuk hal ini mungkin saya harus berterimakasih kepada Bos Adriyanto atas batuannya memberitahukan fasilitas dari google tersebut ketika jaman dulu kala😀 (More …)

     
    • meiriza paramita 9:13 pm on Maret 21, 2011 Permalink

      so,,, facebook is muka buku?
      this is a pure thought.

      hehe, Mister, Thank you… so, can you help me to translet my article to english? i can’t pay you, but i can be your promotor. wkwkwkk

    • isaninside 12:22 am on Maret 24, 2011 Permalink

      Mantap Boss, lanjutken…

    • Romi Mardela 3:43 am on Maret 26, 2011 Permalink

      @mita
      haha…Iyo mit….aman tu
      @Bos Isan…
      ok bos, mari sama-sama kita lanjutken🙂

    • Lengga Pradipta 7:06 pm on Desember 1, 2011 Permalink

      so true!😉

    • dilla 1:02 pm on Desember 28, 2011 Permalink

      @hy………………. 🙂

  • Romi Mardela 9:43 pm on March 18, 2011 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Memulai menulis dalam Bahasa Inggris (Part I) 

    Kenapa saya begitu percaya diri untuk memulai menulis dalam Bahasa Inggris? Ada beberapa penyebabnya. Pertama, sekarang saya masih kuliah dan tentunya membutuhkan banyak referensi. Sayangnya, referensi itu lebih banyak berasal dari luar negeri yang nota bene berbahasa Inggris. Mau tak mau, saya harus mempelajarinya. Apalagi referensi ini juga sebagai bahan tugas, yang hampir tiap kali pertemuan dan tiap mata kuliah selalu ada tugas.

    Kedua, suatu waktu saya mendapat telpon dari bule. Ia berbahasa Inggris. Sedikit cerita, bule ini menelpon akibat keisengan saya sendiri. Maklumlah, kalau kita lagi di depan komputer yang tersambung internet, apa sih yang tidak kita lakukan? Namun ini tentu saja bukan ditelpon oleh orang yang menawarkan situs porno terrbaru dan syukur juga bukan peringatan karena mencoba meretas situs Departemen Pertahanan AS. Melainkan, orang tersebut, namanya Srinivas ia dari PressMart.com sebuah perusahaan yang bergerak di bidang semacam penerbitan di dunia maya. (More …)

     
  • Romi Mardela 3:55 pm on March 13, 2011 Permalink | Balas
    Tags: billyboen, kisah inspiratih   

    Bagaimana harusnya Sarjana digaji? 

    Berikut ini adalah tulisan inspiratif dari Billy Boen, penulis buku Young On Top dan juga seorang pengusaha muda. Ia menulis tentang besarnya gaji yang mesti diterima dan bagaimana kaitannya dengan mimpi dan keinginan untuk memperoleh gaji yang tidak hanya cukup tapi juga lebih.

    Dari data yang ia sampaikan, 98 persen pekerja aktiif merupakan karyawan.Karena tidak ada satu Entrepreneurs pun yang bisa sukses tanpa didukung oleh para karyawannya.

    Berikut tulisannya yang diambil dari Kick Andy’s Friend.

    Billy Boen
    Selasa, 23 Februari 2010 00:01:00 WIB
    Gaji Rp. 5,000,000,- Vs. Rp. 250,000,000,- (More …)

     
  • Romi Mardela 2:38 pm on March 13, 2011 Permalink | Balas
    Tags: lirik, naff, tetap berjalan   

    Berjalanlah walau tertatih kawan 

    Ini ada lagu bagus dari Naff, tentang bagaimana pesan cara menghadapi hidup dari seorang sahabat. Menyentuh sekali dan benar saya bisa merasakannya. Semoga Kawan2 kita di Jepang membaca tulisan ini dan bisa menjadi kuat😀 (More …)

     
  • Romi Mardela 2:20 pm on March 13, 2011 Permalink | Balas
    Tags: mitigasi bencana   

    Bantuan tsunami Jepang 

    Saya mendapat pemberitahuan di halaman LinkedIn untuk memberikan bantuan kepada Jepang melalui Amerika Redcross (atau PMI-nya Amerika). Mungkin aneh, jika negara sebesar Jepang masih butuh bantuan, ya tapi itulah dunia. Kita harus saling berbagi dan tolong menolong terutama dalam kesusahan.

    Pemberitahuan dari LinkedIn tersebut, memberikan link ke situs American Redcross. Di sana kita akan diminta untuk memberikan bantuan dana sesuai dengan kemampuan kita, minimal 10 US dollar.

    Saya jadi ingat ketika bencana melanda Kota Padang, Oktober 2009 dulu. Banyak sekali lembaga asing yang datang untuk membantu. Tentunya ini tanpa ada permintaan khusus dari negara ataupun pemerintah Indonesia. Semua dilakukan atas nama solidaritas kemanusiaan. Semuanya merasa kesedihan, kesengsaraan yang dirasakan warga Kota Padang khususnya, dan Sumbar secara umum.

    Tapi, lembaga kemanusiaan tersebut juga bergerak, menolong, secara sukarela. Sehingga terkadang mereka pun harus bertarung dengan diri sendiri, untuk bisa bertahan ketika memberikan bantuan.

    Saya ingat, ketika itu ada beberapa lembaga bantuan asing yang mulai kehabisan logistik dan stok dana pun mulai menipis. Mereka mulai kelabakan, dan berupaya mencari bantuan, dan mereka juga meminta bantuan dari pemerintah daerah setempat.

    Ketika itu saya sadar, bahwa mereka juga harus hidup, dan harus bisa mempertahankan diri mereka sendiri. Meski sepertinya, mereka menyusahkan, tapi menurut saya ini adalah sesuatu yang wajar. Apalagi mungkin saja, negara asal mereka juga menyumbangkan dana untuk Sumbar.

    Oleh karena itulah, setiap daerah di Indonesia terutama yang rawan terkena bencana gempa bumi apalagi bencana tsunami meski memiliki manajemen kebencanaan yang handal dan kuat. Sehingga jika terjadi bencana, semuanya bisa terkoordinir dengan baik.

    Jepang negara yang sudah maju, dan bisa dikatakan sudah siap menghadapi bencana seperti itu, mereka tetap harus selalu wasapada. Saya lihat gambar/vidio bagaimana mereka bersikap dan apa yang mereka lakukan ketika gempa terjadi sepertinya memang terlatih. Dan mereka memang siap.

    Bencana tidak memilih korbannya. Oleh karena itu sebagai daerah yang rawan bencana, rakyat Indonesia mesti siap menghadapi kondisi seperti nini. Untuk itu sangat perlu pendidikan bencana atau yang juga disebut mitigasi bencana bagi masyarakatnya.

    Hidup dan Mati, Tuhan yang menentukan, tapi kita juga diberi kesempatan dan upaya untuk bisa menjalaninya dengan lebih baik dan lebih siap.

     
  • Romi Mardela 2:49 am on March 13, 2011 Permalink | Balas  

    Test from ping fm 

    Test from ping fm

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal