Menanti Asa di Jalur Gaza*

Konflik di jalur gaza merupakan buntut dari serangan pejuang hamas palesetina terhadap Israel. akibatnya, rakyat pelestina kembali, lagi, dan selalu menjadi korbannya. lalu siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap terbunuhnya manusia-manusia yang tidak berdosa ini? jawabannya adalah pejuang Hamas dan Israel.jika saja hamas tidak meluncurkan roket-roket kerdilnya ke negara yahudi tersebut, barangkali korban-korban di jalur gaza tidak akan berjatuhan, dari balasan israel yang lebih dahsyat melalui serangan darat dan udaranya.sebaliknya,kalau israel pun menyikapi serangan hamas ini dengan hati nurani, dengan tidak mengorbankan sipil di jalur gaza,mungkin tidak terlalu masalah.
namun namanya sebuah konflik sangat jarang dan mustahil malah, apabila suatu peperangan, kaum sipil menjadi penonton layaknya menikmati pertandingan sepak bola di eropa dengan aman dan nyaman. kendati tidak sepenuhnya atau selalu 100% terjamin selamat.
terkait peperangan yang sudah mengkhawatirkan ini, PBB belum juga bersikap apa-apa. lembaga tertinggi di dunia ini seringkali terkesan impoten manakala menyikapi konflik di jalur gaza. begitu pun Amerika, Barack Obama yang diharapkan membawa perubahan pada perdamaian palestina dan israel tidak kalah lemah sahwatnya dibandingkan dengan PBB. beliau yang satu ini beralasan terlalu pragmatis dengan statment, baru bisa mengambil keputusan setelah dilantik 20 januari mendatang. sebuah pernyataan yang mengecewakan dan terkesan hati-hati. apa salahnya Obama cukup mengatakan “perang harus segera dihentikan, Tentara israel harus menarik pasukannya dari jalur gaza, dan Hamas menghentikan serangan rudalnya ke Israel”. hanya dengan pernyataan itu, setidaknya wibawa dan sanjungan kepada Obama akan semakin baik di mata dunia. walaupun hal itu sebatas kepedulian kosong.
sekarang kita hanya bisa menunggu sampai 20 januari nanti. apakah setelah pelantikan Obama, gencatan senjata akan terjadi dan terciptanya perdamaian permanen, atau bahkan amerika bertindak khilaf justru memborbardir Israel membalas dari segala tindakan yang dilakukan negara yahudi itu. kita hanya berharap dengan mengucapkan Amin…yang pasti keputusan Indonesia mengirimkan relawan medis maupun perlengkapannya seperti obat-obatan ke Palestina adalah tindakan yang terpuji dan paling dibutuhkan saat ini, jika dibandingkan pengiriman relawan perang ke sana.
tidak hanya itu, Indonesia sebaiknya juga mengirimkan lumpur lapindo yang ada di porong, sidoarjo. nantinya lumpur ini dapat berguna mencetak batu-batu untuk persediaan bahan perbaikan guna kembali membangun fasilitas-fasilitas yang hancur di jalur gaza.
*Penulis adalah pengamat timur tengah, pernah berdomisili satu tahun di palestina sebagai guru mengaji, eksportir depot air minum, dan pengusaha pulsa M-KIOS.
.jpg)



roumink 2:15 pm pada Januari 8, 2009 Permalink
@ PBB: emang begitu kok, ga pernah punya kerjaan tetap mereka itu. Apalagi buat urusan perang yang sangat rumit.
@Obama: ya iyalah masak ya iya yes. Dia itu dikabarkan dalam proses selama kampanye kemarin, founding dana terbesar berasal dari kaum yahudi. Jadi, ya gitu deh….
@hafizulahda: emang ada M-Kios di sana? jual peluru juga ya? wah gawat neh, bisa-bisa dicurigai seagai Hamas, yang melarikan diri ke Indonesia. Hakakakak….
hafizulahda 7:37 pm pada Januari 8, 2009 Permalink
ya betul, lebih tepatnya humasnya hamas.
bintangkesiangan 5:37 pm pada Januari 9, 2009 Permalink
iapakah yang harus bertanggung jawab terhadap terbunuhnya manusia-manusia yang tidak berdosa ini? jawabannya adalah pejuang Hamas dan Israel.jika saja hamas tidak meluncurkan roket-roket kerdilnya ke negara yahudi tersebut
la kok gitu mas
pakah kita harus diam sambil pangku tangan klo negara kita d jajah dan harga diri kita d injak2 sementara negara lain dan PBB sekali pun tak dapat berbuat apa2
yang salah itu adalah israel yang pengecut berani ma rakyat kecil tak berani saama HAMAS
mo nunggu sapa lagi yang nyelamatin Palestina
PBB, Obama ? banci tu orang
klo orang islam yang berbuat pada berani smua ny dasar anj…………..
-iran ngembangin nuklir pada berkoar PBB (perkumpulan banci busuk)
-klo israel yang bikin ulah merengkut nyawa tak bedosa membom tmpt yg tak boleh dserang dalam aturan perang , mereka smuanya pada tak mau tau anj mereka smua ny
roumink 8:06 pm pada Januari 9, 2009 Permalink
selamatkan c bos…
eh salah, selamatkan Palestina
hentikan perang….
hafizulahda 10:19 pm pada Januari 9, 2009 Permalink
serangan hamas ke israel secara tidak langsung semakin menambah penderitaan rakyatnya sendiri. mungkin ada baiknya hamas tidak perlu terburu-buru melancarkan serangan ke israel sebelum didukung perencanaan dengan perlengkapan perang yang lebih kuat, seperti persediaan bom pemusnah masal. akibatnya, israel dengan tangguh memukul rata jalur gaza tanpa terpengaruh dari roket-roket hamas yang bisa dikatakan tidak cukup berarti. kasihannya warga sipil kembali menjadi tumbal serangan balik israel tersebut. dan sebenarnya itu adalah konsekuensi perang. namun konsekuensi perang yang “banci”.
barangkali serangan hamas ke israel merupakan salah satu bentuk ekspresi hamas agar umat islam peduli dengan mereka. membangunkan umat islam di seluruh dunia bahwa mereka tengah kesulitan. dan memberitahukan agar peduli dengan kesakitan mereka yang selama ini terkesan dilupakan.
munawar am 2:35 am pada Januari 10, 2009 Permalink
terima kasih telah copas artikel saya….;
diijinkan tuh…, mudah-mudahan bermanfaat.
hafizulahda 5:19 am pada Januari 10, 2009 Permalink
“copas” apaan mas? saya gak merasa copas-copasan. apalagi copas artikel berasal dari punya saudara.
roumink 8:42 am pada Januari 10, 2009 Permalink
wah maen kopas ga jelas….
wakawkwkakakaw
cep dedi 2:08 pm pada Januari 14, 2009 Permalink
Sebagai manusia yang beradab kita sangat mengutuk terjadinya peperangan apalagi saling membunuh atau dibunuh, dua duanya (kedua belah pihak) tak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.
Kita Bangsa Indonesia bersyukur tidak terjadi seperti itu. bersimpati boleh tapi jangan lebay (berlebihan). Ingat bangsa kita sendiri Indonesia tercinta, masih banyak orang-orang yang butuh pertolongan. Gempa dimana-mana, orang miskin banyak yang meratapi nasibnya akibat dari keserakahan pemimpin-pemimpin yang tidak amanah, kelaparan, kebodohan, tak mempunyai tempat tinggal dll. Inilah sesungguhnya yang utama kewajiban bagi kita semua sebagai warga bangsa Indonesia untuk memakmurkan bangsa kita sendiri, men-SUCI-kan tanah air kita sendiri INDONESIA ( INDUNG SIA = INDUK MANUSIA ) ?. AMIN
riad mustafa 6:24 pm pada Januari 18, 2009 Permalink
bagaimana ini, dimana kekuatan islam itu. Napa hanya duduk diam dan pangku tangan melihat ummat islam palestina ditindas bgt aja. Ayo ummat islam bersatulah!!! Rapatkan barisan.
Menanti Asa di Jalur Gaza « ASSYARI ABDULLAH 4:48 pm pada Maret 7, 2009 Permalink
[...] 7 Maret 2009 [...]